AALI
9975
ABBA
400
ABDA
0
ABMM
1450
ACES
1305
ACST
230
ACST-R
0
ADES
2950
ADHI
1025
ADMF
7700
ADMG
210
ADRO
1700
AGAR
340
AGII
1600
AGRO
2130
AGRO-R
0
AGRS
177
AHAP
65
AIMS
486
AIMS-W
0
AISA
208
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
860
AKRA
3970
AKSI
416
ALDO
1020
ALKA
244
ALMI
246
ALTO
280
Market Watch
Last updated : 2021/11/30 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
497.28
-2.19%
-11.12
IHSG
6533.93
-1.13%
-74.36
LQ45
930.98
-2.07%
-19.70
HSI
-74.94
-100.31%
-23927.18
N225
346.43
-98.78%
-27937.49
NYSE
59.11
-99.64%
-16565.76
Kurs
HKD/IDR 1,834
USD/IDR 14,318
Emas
825,609 / gram

Pelita Air Bakal Gantikan Garuda, Pengamat: Perusahaan Sehat dan Ada Pertamina Dibelakangnya

ECONOMICS
Azfar Muhammad
Rabu, 20 Oktober 2021 15:38 WIB
Pemerintah berencana menggantikan flag carrier penerbangan nasional Garuda Indonesia dengan maskapai Pelita Air.
Pelita Air Bakal Gantikan Garuda Indonesia (FOTO: MNC Media)
Pelita Air Bakal Gantikan Garuda Indonesia (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Pemerintah berencana menggantikan flag carrier penerbangan nasional Garuda Indonesia dengan maskapai Pelita Air. Rencana ini dinilai baik pasalnya anak usaha PT Pertamina (Persero) tersebut merupakan perusahaan sehat.

Hal tersebut seperti diungkapkan pengamat penerbangan Alvin Lie menanggapi soal wacana Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang akan menggantikan flag carrier penerbangan nasional Garuda ke Pelita Air oleh Pertamina. 

Alvien membeberkan beberapa fakta dari maskapai Pelita Air yang dominan melayani penerbangan charter diharapkan berkembang secara bertahap  siap dan menyangkut pautkannya dengan maskapai Citilink. 

"Faktanya, Pelita Air merupakan anak perusahaan dari Pertamina, Pelita Air selama ini cukup sehat beroperasi sebagai operator penerbangan charter, bukan Niaga berjadwal," kata Alvin saat dihubungi MNC Portal Indonesia, Rabu (20/10/2021).

Adapun Alvin menyebut salah satu maskapai dalam mengoperasikan pesawat-pesawat kecil yang mencakup ATR 42-500, ATR 72-500, CASA 212-200 dan sejumlah helikopter.

"Pelita juga dipercaya mengoperasikan dan merawat pesawat Bae 146/ AVRO registrasi PK-PJJ yang dulu dioperasikan sebagai pesawat Kepresidenan, Sebelumnya Pelita Air juga pernah mengoperasikan pesawat jet Fokker 70 dan Fokker 100, dan Pelita Air baru saja memesan pesawat Airbus A320 dan mengajukan permohonan ijin untuk menjadi operator penerbangan Niaga berjadwal,"  paparnya.

Alvin menyebutkan Pelita Air dipimpin oleh Albert Burhan yang pernah terbukti sukses sebagai Direktur Utama Citilink.

"Jadi Implikasinya dimana Skala operasi Pelita Air jauh lebih kecil dibanding Garuda maupun Citilink, Secara finansial Pelita Air cukup sehat dan Pertamina selaku induk perusahaan, memberi dukungan permodalan untuk mengembangkan bisnisnya dan saat ini Pelita Air sedang mempersiapkan diri memasuki bisnis penerbangan Niaga Berjadwal," bebernya.

Dengan demikian Pelita Air, menurut Alvin  dalam posisi yang lebih siap untuk mengambil alih route dan pelanggan Garuda.

"Tantangan berat bagi Pelita Air untuk mendadak mengembangkan bisnisnya secara ekstrim menjadi airlines utama. Citilink dapat berbagi peran dengan Pelita Air untuk membangun grup usaha yang berdaya saing kuat dalam industri," tandasnya.

Pada akhirnya akan lebih baik jika Pelita Air bertransformasi secara bertahap, daripada mengembangkan bisnis secara ekstrim Kemungkinan pemerintah mempersiapkan Pelita Air untuk menjadi airlines lini kedua sebagai mitra atau pelapis Citilink. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD