Faktor ketepatan waktu serta keandalan rantai pasok dinilai krusial agar aktivitas operasional pembangkit tidak terganggu, sehingga pasokan listrik untuk kebutuhan publik dan sektor industri dapat terus terjaga tanpa hambatan.
Selama paruh pertama tahun 2026, PELNI juga konsisten mempertahankan keandalan layanannya melalui pencapaian tingkat ketepatan waktu pengiriman (on-time delivery) yang stabil. Kinerja operasional ini ditopang oleh kepatuhan ketat terhadap budaya keselamatan kerja (safety first) serta nihil kecelakaan (zero accident) di setiap lini kegiatan lapangan.
Capaian operasional yang positif tersebut mendorong pertumbuhan volume pengapalan batu bara perusahaan hingga melonjak sebesar 505,11 persen jika dibandingkan dengan capaian pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Budi menilai, lonjakan kinerja ini merefleksikan tingginya tingkat kepercayaan mitra usaha terhadap kapabilitas logistik maritim PELNI. Selain itu, realisasi ini kian memperkuat kedudukan perseroan sebagai rekanan strategis pemerintah dalam menyokong distribusi komoditas vital berskala nasional.
"Pertumbuhan volume pengangkutan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas layanan logistik maritim. Ke depan, PELNI akan terus memperkuat kapabilitas operasional, menjaga keandalan layanan, serta memperluas kontribusi dalam mendukung kelancaran distribusi berbagai komoditas strategis yang menjadi penggerak perekonomian nasional," tuturnya.
(Rahmat Fiansyah)