Managing Director Nickel Industries, Justin Werner mengatakan masuknya Sphere mencerminkan kualitas produk ENC serta daya saing proyek tersebut di pasar global.
"Keputusan Sphere, sebagai pemasok utama SpaceX, untuk berinvestasi di ENC menunjukkan kualitas katoda nikel kami dan standar keberlanjutan yang kami bangun," ujarnya melalui keterangan resmi, Jumat (2/1/2026).
Dia menambahkan, kesepakatan ini menjadi perjanjian offtake pertama ENC untuk pasar Barat, khususnya sektor kedirgantaraan yang memiliki standar kualitas tinggi. “Industri ini diperkirakan tumbuh sekitar 8 persen secara CAGR hingga 2030,” katanya.
Saham Nickel Industries tercatat melonjak hingga 9 persen dan menjadi salah satu penguat utama indeks S&P/ASX 200. Sentimen positif ini juga didorong oleh rencana Indonesia sebagai produsen nikel terbesar dunia untuk memangkas kuota produksi tambang guna menopang harga komoditas.
Nickel Industries memperkirakan pendanaan transaksi tersebut akan rampung pada awal kuartal I-2026. Proyek ENC sendiri diharapkan menjadi langkah transformasional perusahaan dalam mendukung rantai pasok baterai kendaraan listrik dan industri teknologi global.
(Rahmat Fiansyah)