IDXChannel - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berencana kembali mengekspor ikan patin ke Arab Saudi untuk memenuhi kebutuhan konsumsi jamaah haji Indonesia di Tanah Suci. Komoditas ini dinilai memiliki peluang besar karena menjadi salah satu menu ikan yang paling banyak dikonsumsi selama musim haji.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan KKP, Machmud menjelaskan bahwa dalam penyediaan konsumsi jamaah haji di Mekkah, menu makanan tidak hanya terdiri dari daging, ayam, dan telur, tetapi juga ikan. Dan menurutnya, ikan patin menjadi pilihan utama untuk dikonsumsi jamaah.
"Jadi kalau kita di sana ya, kita kalau mengonsumsi di Mekkah sana, untuk haji itu mereka ada konsumsi salah satunya ikan. Jadi selain daging, ada ayam, ada telur juga ada ikan. Nah ikannya yang paling banyak memang adalah ikan patin gitu," kata Machmud dalam konferensi pers pada Kamis (19/2/2026).
Namun begitu, untuk ikan patin, pasokan saat ini masih didominasi oleh Vietnam. Machmud mengungkapkan Indonesia sebenarnya pernah memasok ikan patin untuk kebutuhan haji pada 2019. Saat itu, ekspor mencapai lebih dari 300 ton untuk melayani jamaah haji Indonesia.
Sayangnya, setelah pandemi Covid-19, ekspor sempat terhenti. Saat ini, pemerintah tengah berupaya memenuhi berbagai persyaratan yang dibutuhkan agar ekspor patin ke Arab Saudi bisa kembali dilakukan.
"Kita akan mencoba masuk lagi, ternyata ada syarat-syarat yang harus dipenuhi. Mudah-mudahan syarat-syarat ini segera bisa selesai sehingga kita bisa melakukan ekspor patin lagi ke Arab Saudi sana," kata dia.
Mahmud memperkirakan kebutuhan ikan patin untuk sekitar 200 ribu jamaah haji Indonesia bisa mencapai 600-700 ton per musim haji. Sementara untuk kebutuhan umrah, potensinya dinilai lebih besar lagi, tergantung pada rotasi menu yang ditetapkan penyedia katering di Arab Saudi.
(NIA DEVIYANA)