Menurutnya, BINA merupakan instrumen strategis untuk memacu konsumsi rumah tangga sebagai motor utama pertumbuhan ekonomi nasional. Ia menyebut, pada penyelenggaraan tahun lalu realisasi transaksi BINA Lebaran mencapai sekitar Rp32,7 triliun atau 90 persen dari target yang ditetapkan.
"Tentunya ini perlu sinergi kita bersama, kita dukung sama-sama agar target yang meningkat kurang lebih 50 persen dibanding tahun lalu ini bisa kita capai Ini perlu kolaborasi dan sinergi kita semua, baik sisi pemerintah maupun sisi teman-teman pelaku usaha," kata Bambang.
Ia menambahkan, integrasi dengan program prioritas Kementerian Pariwisata, dukungan promosi dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, serta sinergi bersama Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) dan Asosiasi Peritel menjadi kunci optimisme pemerintah.
"Kita harus memastikan tidak ada celah kelesuan, ini bahasa menarik menurut saya, celah kelesuan gitu jangan sampai ada celah kelesuan, Rohana, Rojali segala macam ya jadi kita harus memastikan tidak ada celah kelesuan konsumsi setelah masa festive awal tahun ini berakhir," tuturnya.
(Febrina Ratna Iskana)