"Kapal penangkap ikan kita saat ini adalah kapal kayu. Itulah kemudian kualitas tangkapan kita itu belum bisa bersaing dengan baik di level pasar internasional," katanya.
Menurutnya, nilai ekspor perikanan Indonesia masih belum sebanding dengan besarnya produksi nasional. Dalam lima tahun terakhir, nilai ekspor perikanan tercatat sekitar USD6,2 miliar per tahun, sementara produksi perikanan tangkap dan budidaya mencapai sekitar 13 juta ton.
"Sebetulnya ekspornya harusnya jauh lebih tinggi lagi," ujar Trenggono.
Trenggono menambahkan, pemerintah mengambil peran sebagai inisiator karena pelaku usaha dinilai sulit melakukan modernisasi armada secara mandiri. Nantinya, kapal-kapal tersebut akan menggunakan material besi, dilengkapi teknologi modern, serta alat tangkap yang ramah lingkungan.
"Modernisasi kalau kita minta kalian modernisasi sulit, maka yang harus dilakukan, pemerintah dulu melakukan inisiasi itu dengan cara melakukan modernisasi. Jadi kapalnya menggunakan kapal besi dengan teknologi yang modern dan alat tangkap yang ramah lingkungan sehingga tidak tidak ngawur," katanya.
(DESI ANGRIANI)