"Dan mungkin turisme juga akan terdorong sedikit," katanya.
Meski begitu, Purbaya menegaskan tidak semua sektor bisa menerapkan kebijakan ini. Pemerintah sedang mengkaji jenis pekerjaan apa saja yang tetap harus dilakukan secara luring agar produktivitas tidak menurun.
"WFH bagaimana itu kadang-kadang ada hal-hal yang nggak bisa dikerjakan dengan baik kalau disuruh WFH. Karena kalau kita lihat WFH pasti kabur tuh," ujar Purbaya.
Purbaya mengungkapkan, jika kebijakan WFH satu hari ini berjalan efektif setelah masa libur Lebaran, maka beban konsumsi BBM nasional dapat ditekan secara signifikan. Berdasarkan estimasi awal, penghematan energi diproyeksikan mencapai sekitar 20 persen.
"Ada hitungan kasar sekali, bukan saya yang hitung. Kalau kasar lah seharian, lupa saya, tapi seperlimanya, 20 persen kira-kira," kata dia.
Sebagai informasi, kebijakan bekerja dari rumah atau Work From Home (WFH) satu hari dalam seminggu ini menjadi strategi utama pemerintah untuk mengantisipasi risiko seretnya pasokan minyak dunia akibat eskalasi perang di Timur Tengah.
(Dhera Arizona)