Airlangga menyebut kebijakan bansos beras tersebut merupakan bagian dari stimulus pemerintah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi pada triwulan I-2025.
Dalam kebijakan tersebut, pemerintah berencana memberikan bantuan beras sebanyak 10 kilogram (kg) kepada masyarakat desil 1 (sangat miskin) hingga desil 4 (rentan miskin), sesuai Data Tunggal Sosial dan Ekonomi (DTSEN).
Selain beras, pemerintah juga akan memberikan bantuan berupa 2 liter minyak goreng bagi kelompok masyarakat tersebut.
“Kebijakan ini akan menyasar 35,04 juta keluarga penerima manfaat dengan total anggaran sebesar Rp11,92 triliun,” tambahnya.
Ia berharap kebijakan tersebut dapat berjalan lancar karena pasokan beras diperkirakan terpenuhi pada Maret. Kendati demikian, ia juga meminta kerja sama seluruh pihak agar distribusi bantuan berjalan optimal.