Sementara itu, Direktur Metodologi Statistik dan Sains Data Badan Pusat Statistik (BPS), Setia Pramana menambahkan, penyusunan DTSEN ditopang oleh metodologi dan kajian akademik yang kuat. Pihaknya berencana menerbitkan buku panduan metodologi agar dapat ditelaah secara terbuka oleh kalangan akademisi dan publik.
"Ini menunjukkan bahwa seluruh kebijakan yang saat ini dibuat oleh pemerintah tidak hanya basisnya adalah 'oke dilakukan saja', tapi punya basis dasar akademik yang kuat. Tadi media minta kita untuk dibuka. Kita buka tadi metodologinya, bahkan kita akan membuat semacam buku bagaimana metode ini dilakukan sehingga para akademisi bisa melihat bagaimana metode itu dibentuk, dibuat, dan bagaimana kita secara bersama untuk bisa memperbaiki, meningkatkan kualitas," kata Setia.
Mengenai tenggat pemutakhiran data, Setia meluruskan fokus utama pemerintah adalah pemutakhiran data secara terus-menerus melalui berbagai kanal integrasi, termasuk memanfaatkan pengumpulan data lapangan dari Sensus Ekonomi 2026.
"Bukan perbaikan desil ya, pemutakhiran data sebenarnya. Bagaimana data itu dimutakhirkan. Ada proses yang dilakukan melalui beberapa kanal. Kanal di BPS data dimutakhirkan, kanal dari Kemensos dimutakhirkan,” kata dia.
(NIA DEVIYANA)