sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Pemerintah Tambah Dana SAL, Kekhawatiran Likuiditas Usai Kenaikan BI Rate Mereda

Economics editor Desi Angriani
27/06/2026 11:05 WIB
Total penempatan SAL di Himbara berpotensi meningkat menjadi sekitar Rp400 triliun.
Pemerintah Tambah Dana SAL, Kekhawatiran Likuiditas Usai Kenaikan BI Rate Mereda (Foto: iNews Media Group)
Pemerintah Tambah Dana SAL, Kekhawatiran Likuiditas Usai Kenaikan BI Rate Mereda (Foto: iNews Media Group)

Stockbit pada Jumat (26/6/2026) menilai, langkah pemerintah berpotensi meredakan kekhawatiran pasar terhadap pengetatan likuiditas setelah Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan sebesar 100 basis poin dalam sebulan terakhir, di tengah masih tingginya imbal hasil Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

Selain itu, rasio pinjaman terhadap simpanan (loan-to-deposit ratio/LDR) bank-bank Himbara juga relatif tinggi hingga Mei 2026 seiring pertumbuhan kredit yang kuat. Kondisi tersebut membuat ruang likuiditas perbankan menjadi lebih terbatas.

Dengan tambahan penempatan SAL, tekanan terhadap biaya dana (cost of fund/CoF) diperkirakan dapat berkurang. 

Stockbit menjelaskan, kondisi ini menjadi sentimen positif bagi saham-saham bank berkapitalisasi besar, khususnya Himbara, karena mampu menopang net interest margin (NIM) di tengah terbatasnya ruang kenaikan suku bunga kredit akibat ketatnya persaingan di segmen korporasi serta belum pulih optimalnya permintaan kredit dari sektor konsumer dan UMKM.

Sentimen positif tersebut langsung tercermin pada pergerakan saham perbankan pada perdagangan Jumat (27/6/2026). Di mana saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) sempat menguat 2,3 persen, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) naik 2,1 persen, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) menguat 2,8 persen, dan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) bertambah 1,8 persen.

(DESI ANGRIANI)

Halaman : 1 2 Lihat Semua
Advertisement
Advertisement