"Investasi bukan sekadar angka realisasi, tetapi kami terus memastikan investasi yang masuk ke Indonesia dapat menjadi bagian dari penguatan fondasi ekonomi nasional," kata Rosan.
Sejalan dengan target pertumbuhan ekonomi 2027 sebesar 5,8-6,5 persen, pemerintah menetapkan target realisasi investasi sebesar Rp2.322 triliun. Target tersebut meningkat sekitar Rp280,7 triliun atau 13,75 persen dibandingkan target investasi pada 2026 yang sebesar Rp2.041,3 triliun.
Rosan menjelaskan target investasi 2027 tersebut menjadi bagian dari kebutuhan investasi nasional sepanjang 2025-2029 yang mencapai Rp13.032 triliun.
Kebutuhan investasi tersebut, lanjutnya, bukan merupakan belanja negara. Investasi akan berasal dari penanaman modal yang dilakukan badan usaha, baik dari dalam negeri maupun asing, untuk meningkatkan kapasitas perekonomian nasional.
Selain mengejar peningkatan nilai investasi, pemerintah juga terus mendorong investasi yang memberikan nilai tambah melalui kebijakan hilirisasi. Pada semester I 2026, realisasi investasi hilirisasi mencapai Rp300,1 triliun atau sekitar 29,7 persen dari total investasi nasional.
Realisasi investasi hilirisasi tersebut tumbuh 6,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sektor mineral masih menjadi penyumbang terbesar dengan nilai Rp206,5 triliun.
Investasi mineral tersebut terdiri atas nikel sebesar Rp71 triliun, bauksit Rp53,8 triliun, tembaga Rp37,4 triliun, besi dan baja Rp30,2 triliun, serta pasir silika Rp5,9 triliun.