Pemerintah juga mulai memperluas hilirisasi ke sektor perkebunan dan kehutanan, minyak dan gas bumi, serta perikanan dan kelautan. Masing-masing mencatat investasi sebesar Rp54,4 triliun, Rp35,4 triliun, dan Rp3,8 triliun.
Ke depan, pemerintah akan mendorong hilirisasi pada komoditas bernilai tambah tinggi lainnya, termasuk semikonduktor, bioetanol, produk turunan kelapa, dan rumput laut.
Rosan mengatakan perluasan hilirisasi penting untuk memastikan investasi tidak hanya meningkatkan nilai nominal penanaman modal, tetapi juga menciptakan nilai tambah dan memperkuat kapasitas ekonomi di dalam negeri.
(Nur Ichsan Yuniarto)