Pada Februari 2026, pemerintah juga sukses menjaring dana dari pasar global melalui penerbitan SBN dalam dua mata uang (dual currency). Untuk mata uang CNH (Offshore Renminbi) senilai 9,25 miliar dengan imbal hasil (yield) berkisar 2-3 persen dan mata uang Euro senilai 2,7 miliar euro dengan yield pada rentang 4-5 persen.
Imbal hasil yang kompetitif ini menjadi sinyal kuat bahwa investor mancanegara masih memberikan kepercayaan penuh terhadap prospek ekonomi Indonesia.
Strategi pembiayaan yang antisipatif ini diharapkan mampu menopang target pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus menjaga stabilitas kas negara menghadapi tantangan geopolitik global.
(Dhera Arizona)