AALI
10025
ABBA
406
ABDA
0
ABMM
1535
ACES
1415
ACST
272
ACST-R
0
ADES
2570
ADHI
1155
ADMF
7950
ADMG
234
ADRO
1735
AGAR
350
AGII
1470
AGRO
2020
AGRO-R
0
AGRS
210
AHAP
65
AIMS
500
AIMS-W
0
AISA
232
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
795
AKRA
4660
AKSI
458
ALDO
720
ALKA
250
ALMI
238
ALTO
300
Market Watch
Last updated : 2021/10/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
516.22
0.19%
+0.98
IHSG
6643.74
0.16%
+10.77
LQ45
970.79
0.27%
+2.64
HSI
26098.99
0.31%
+81.46
N225
28804.85
0.34%
+96.27
NYSE
17083.15
-0.09%
-16.06
Kurs
HKD/IDR 1,818
USD/IDR 14,155
Emas
816,110 / gram

Pemerintahan Jokowi Berhasil Ambil Alih Tambang 'Raksasa' dari Asing

ECONOMICS
Dita Angga Rusiana
Rabu, 13 Oktober 2021 13:38 WIB
Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) berhasil mengambil alih tambang-tambang raksasa yang puluhan tahun di kelola oleh perusahaan asing.
Pemerintahan Jokowi Berhasil Ambil Alih Tambang 'Raksasa' dari Asing (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) berhasil mengambil alih tambang-tambang raksasa yang puluhan tahun di kelola oleh perusahaan asing dan kini dikelola oleh Badan Usaha Milik Negara.

Presiden Jokowi mengungkapkan, pengambil alihan tersebut tujuannya tidak lain untuk meningkatkan nilai tambah dan menjaga kepentingan nasional serta masyarakat.

“Nilai tambah yang maksimal untuk kepentingan nasional, untuk kepentingan dalam negeri kita, untuk rakyat kita. Itulah mengapa kepemilikan beberapa perusahaan asing kita ambil alih,” katanya saat memberikan pengarahan kepada peserta Program Pendidikan Singkat Angkatan (PPSA) XXIII dan Program Pendidikan Reguler Angkatan (PPRA) LXII Tahun 2021 Lemhannas RI, di Istana Negara, (Rabu (13/10/2021).

Jokowi mengatakan perusahaan yang diambil alih yakni Freeport, Blok Mahakam dan Blok Rokan. Di mana untuk Blok Mahakam dan Blok Rokan pengelolaannya diserahkan kepada PT Pertamina.

Freeport Indonesia seperti diketahui mengelola tambang emas raksasa Grasberg di Papua. Kemudian, Blok Mahakam yang merupakan salah satu tambang migas yang paling besar produksi minyak dan gas buminya, termasuk juga Blok Rokan yang telah dikelola perusahaan asing selama 97 tahun lamanya.

“Freeport misalnya yg sudah 54 tahun dikelola oleh Freeport-McMoRan dua tahun yang lalu mayoritas telah kita ambil sahamnya. Sehingga dari 9 persen menjadi mayoritas 51 persen. Kemudian juga Blok Mahakam yg sudah 43 tahun dikelola oleh Total dr Prancis. Diambil alih kemudian kita berikan kepada Pertamina 100 persen. Yang terakhir Blok Rokan yg sudah dikelola 97 tahun oleh Chevron juga sudah 100 persen kita berikan kepada Pertamina,” paparnya.

Meski begitu Jokowi mengakui bahwa persoalan keberhasilan pengelolaannya memang masih menjadi pertanyaan.

“Sekarang tinggal kita melihat, kita bs tidak melanjutkan meningkatkan produksi  dari yang sudah  kita ambil alih ini. Inilah yg masih menjadi pertanyaan. Tetapi kita lihat nanti setahun, dua tahun, tiga tahun, empat tahun akan kita lihat mampukah kita,” pungkasnya. (RAMA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD