AALI
10000
ABBA
212
ABDA
0
ABMM
825
ACES
1425
ACST
254
ACST-R
0
ADES
1640
ADHI
1050
ADMF
8000
ADMG
162
ADRO
1185
AGAR
414
AGII
1035
AGRO
880
AGRO-R
0
AGRS
545
AHAP
68
AIMS
510
AIMS-W
0
AISA
256
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
560
AKRA
3130
AKSI
755
ALDO
815
ALKA
240
ALMI
236
ALTO
326
Market Watch
Last updated : 2021/05/17 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
462.85
-1.35%
-6.35
IHSG
5833.86
-1.76%
-104.49
LQ45
869.49
-1.52%
-13.44
HSI
28194.09
0.59%
+166.49
N225
27824.83
-0.92%
-259.64
NYSE
16415.36
1.45%
+233.76
Kurs
HKD/IDR 1,836
USD/IDR 14,280
Emas
850,841 / gram

Penduduk Miskin 26,4 Juta, MUI: Bantu Atasi dengan Zakat

ECONOMICS
Arif Budianto/Kontributor
Rabu, 24 Maret 2021 09:20 WIB
Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta lembaga zakat lebih maksimal dalam menyerap dan menyalurkan dananya.
Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta lembaga zakat lebih maksimal dalam menyerap dan menyalurkan dananya. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta lembaga zakat lebih maksimal dalam menyerap dan menyalurkan dananya, membantu masyarakat Indonesia yang terdampak pandemi. Mengingat, saat ini jumlah penduduk miskin Indonesia mengalami penambahan signifikan akibat terdampak pandemi.

Perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Guntur Subagja mengatakan, sejak pandemi Covid-19, jumlah penduduk miskin Indonesia mengalami penambahan dari 24 juta menjadi 26,4 juta. Bertambahnya penduduk miskin tak lepas dari angka pengangguran korban PHK yang mencapai 10 juta. 

"64 juta UMKM (pelaku usaha mikro kecil dan menengah) juga terdampak, imbasnya 107 juta pekerja UMKM juga menjadi korban pandemi ini. Kondisi ini menjadi tantangan bersama, tak hanya oleh pemerintah, tapi perlu bantuan semua pihak," kata dia.

Menurut Guntur, lembaga zakat seperti Rumah Zakat bisa menjadi motor, mengerakkan umat membantu sesama. Rumah Zakat beserta lembaga lainnya, bisa memaksimalkan perannya, menghimpun dan menyalurkan zakat kepada mereka yang berhak. 

MUI, kata dia, pada tahun 2020 lalu telah mengeluarkan fatwa, bahwa dana zakat dapat dimanfaatkan untuk membantu masyarakat yang terdampak Covid. Fatwa tersebut muncul untuk memberi payung hukum bagi lembaga zakat dalam menyalurkan dananya. 
"Karena, potensi zakat di Indonesia ini cukup besar. Ini bisa dimaksimalkan membantu masyarakat yang membutuhkan," ujar Guntur yang juga menjabat Stafsus Wapres Ma'ruf Amin.

Sementara itu, Rumah Zakat menargetkan membantu 1 juta penerima manfaat yang terdampak pandemi, khususnya yang berada di 1.686 Desa Berdaya. Langkah ini mengingat masih ada jutaan masyarakat berdampak pandemi.

Hal itu sesuai fatwa MUI No.23 tahun 2020, pemanfaatan harta ZIS dapat digunakan untuk penanggulangan wabah Covid-19 dan dampaknya. Rumah Zakat akan terus berupaya membantu masyarakat yang terdampak pandemi.

Adapun program istimewa di bulan Ramadhan antara lain Berbagi Buka Puasa, Kado Lebaran Yatim, Bingkisan Lebaran Keluarga, Syiar Qur’an, Ramadhan Bebas Hutang, dan Janda Berdaya. Program Ramadhan tersebut merupakan program yang cocok untuk disalurkan kepada masyarakat terdampak pandemi di masa resesi. 

“Selain itu ada pula program lumbung pangan yang bertujuan untuk menjaga ketersediaan pangan masyarakat Indonesia. Saat ini telah ada 19 lumbung pangan yang tersebar di berbagai wilayah di Indonesia,” kata  CEO Rumah Zakat Nur Efendi.

Rumah Zakat meluncurkan Gerakan #Bahagia Bersama Ramadhan, sebuah upaya untuk mengajak masyarakat membahagiakan sesama lewat kegiatan berbagi. Dengan menghadirkan beragam program istimewa, di bulan Ramadhan ini 

“Semoga dengan hadirnya DIS dapat menjadi teman ibadah kita semua di bulan Ramadhan. DIS akan membantu mengingatkan kita untuk melakukan rangkaian ibadah di bulan Ramadhan mulai dari jadwal imsakiyah, berzikir, sholat, hingga berbagi kepada sesama,” ungkap Strategic Partnership Division Head Rumah Zakat, Didi Sabir.

DIS menjadi salah satu kemudahan berdonasi bagi masyarakat karena terdapat fitur untuk menunaikan ZISWAF hingga laporan perkembangan donasi masyarakat. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD