AALI
8900
ABBA
230
ABDA
7075
ABMM
845
ACES
1415
ACST
252
ACST-R
0
ADES
1915
ADHI
1005
ADMF
8250
ADMG
163
ADRO
1315
AGAR
422
AGII
1125
AGRO
1135
AGRO-R
0
AGRS
470
AHAP
68
AIMS
380
AIMS-W
0
AISA
238
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
595
AKRA
3200
AKSI
535
ALDO
930
ALKA
244
ALMI
250
ALTO
382
Market Watch
Last updated : 2021/06/11 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
482.65
-0.44%
-2.14
IHSG
6095.50
-0.2%
-12.04
LQ45
901.64
-0.42%
-3.77
HSI
28842.13
0.36%
+103.25
N225
28948.73
-0.03%
-9.83
NYSE
0.00
-100%
-16620.00
Kurs
HKD/IDR 1,826
USD/IDR 14,188
Emas
866,552 / gram

Penerbangan Jarak Pendek Biaya Rendah Diprediksi Pulih Pada Kuartal III-2021

ECONOMICS
Oktiani/Koran Sindo
Rabu, 12 Mei 2021 20:31 WIB
Sementara penerbangan internasional dapat mencapai level sebelum Covid-19 pada akhir 2022.
AirAsia Group memprediksi penerbangan jarak pendek domestik berbiaya rendah akan pulih pada kuartal III/2021. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - AirAsia Group memprediksi penerbangan jarak pendek domestik berbiaya rendah akan pulih pada kuartal III/2021. Sementara penerbangan internasional dapat mencapai level sebelum Covid-19 pada akhir 2022. 

CEO AirAsia Group Tony Fernandes mengatakan, diharapkan peningkatan perjalanan terjadi pasca implementasi paspor perjalanan digital dan paspor vaksin.

"Dengan begitu perjalanan di tengah situasi ini menjadi lebih mudah dan aman," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (12/5/2021)

Dia menuturkan, perusahaan telah menyiapkan strategi dan diversifikasi bisnis untuk mempercepat transformasi digital yang telah diupayakan bahkan sebelum Covid-19. Saat ini AirAsia memiliki dua bisnis utama, yakni maskapai dan digital. Bisnis logistik dan e-commerce digital juga akan menjadi tren di masa depan.

"Perusahaan kami tidak menyia-nyiakan krisis ini. Ketika mengistirahatkan 245 pesawat, kami menyiapkan strategi dan diversifikasi bisnis kami untuk mempercepat transformasi digital kami," ungkapnya.

AirAsia memanfaatkan penurunan permintaan untuk terbang dalam beberapa waktu terakhir sebagai kesempatan untuk menyesuaikan struktur biaya dan melakukan pengendalian biaya, termasuk dengan menutup unit usaha, AirAsia Jepang serta mengurangi investasi di AirAsia India untuk lebih fokus pada ASEAN yang merupakan pasar utama AirAsia.

"Kami telah memiliki 17 produk perjalanan, gaya hidup dan fintek pada super app kami yang menawarkan nilai dan pilihan untuk makan, berbelanja, terbang, dan berbagai penawaran terbaik lainnya. Didukung oleh data dan teknologi yang kuat, sejumlah bisnis di luar maskapai kami telah membuahkan hasil dan saya percaya inovasi terbaru kami ini dapat menyalip pendapat maskapai kami di beberapa tahun ke depan," jelasnya.

Dia meyakini ketika situasi ini berlalu maka pilot dan awak siap untuk terbang kembali. Kegiatan operasional pun siap dengan berbagai inovasi yang memudahkan penumpang untuk kembali terbang secara aman dan terjangkau bersama AirAsia.

"Kami sudah memiliki versi paspor digital sendiri dengan Scan2Fly di mana para tamu dapat memindai dokumen perjalanan yang diperlukan dan memverifikasinya secara real time sebelum penumpang menuju ke bandara. Kami juga akan meluncurkan teknologi pengenalan wajah di bandara utama kami dalam beberapa bulan mendatang. AirAsia menyambut baik persetujuan dari paspor kesehatan digital yang diakui secara global, dan sistem kami dapat mengintegrasi sebagian besar dokumen perjalanan seperti paspor digital IATA yang saat ini sedang diuji," ungkapnya.

Di sisi pendanaan, AirAsia telah menyelesaikan dua tahap private placement senilai RM336 juta sebagai bagian dari rencana untuk menggalang dana sebesar RM2-2,5 juta. Pada bulan lalu, AirAsia Thailand mengumumkan restrukturisasi modal perusahaan senilai Bt5,9 juta.

"Kami telah melalui berbagai krisis dan situasi ini tidak jauh berbeda. AirAsia akan bangkit dari pandemi ini dan menjadi lebih kuat. Kami percaya masa depan akan lebih baik," kata Tony. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD