“Jadi dibanding dua tahun lalu, waktu itu ada sekitar tujuh atau tujuh setengah juta (pemudik), dan ini adalah kenaikan yang signifikan, terutama karena sudah dua tahun tidak bisa mudik. Jadi yang biasanya tiap tahun tidak tiap tahun mudik pun sekarang dipastikan mereka mudik ya karena sudah lama tidak ketemu sama keluarga,” ungkapnya.
Dengan adanya kebijakan pemerintah yaitu menghapuskan tes fisik maupun antigen bagi yang sudah booster ini dapat mempermudah proses pemeriksaan dan mendorong antusias mudik.
“Sekarang juga sangat mudah pedulilindungi sudah tidak perlu validasi dan sebagainya secara fisik di bandara sedangkan yang belum Booster juga cukup tes antigen ini sangat memudahkan semuanya,” ungkapnya.
Sebelumnya. Kementerian Perhubungan merilis jumlah masyarakat yang pulang kampung diperkirakan mencapai 85,5 juta. Angka ini meningkat 3 kali lipat dibanding jumlah pemudik tahun 2019.
“Antusiasme masyarakat ini wajar karena selama dua tahun pemerintah sangat membatasi pemudik karena pandemi Covid-19,” tandasnya. (TSA)