IDXChannel - Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) menyoroti tantangan berat yang membayangi sektor jasa konstruksi nasional, yang dipicu oleh lonjakan biaya operasional serta dinamika dalam kebijakan pengadaan proyek pemerintah.
Ketua Umum Gapensi Andi Rukman Nurdin Karumpa menekankan soal kenaikan harga energi secara global. Ini telah menjadi pendorong utama membengkaknya biaya konstruksi secara signifikan dalam beberapa bulan terakhir.
“Dalam periode Februari hingga April 2026, kami melihat kenaikan biaya konstruksi dapat mencapai 3 persen hingga 8 persen, dan berpotensi meningkat lebih tinggi apabila kondisi ini berlanjut,” ujarnya dalam keterangan resmi, dikutip Sabtu (11/4/2026).
Lonjakan harga solar industri, yang saat ini bertengger di kisaran Rp21.000-Rp23.000 per liter dari sebelumnya hanya Rp18.000-Rp20.000, telah memicu kenaikan harga material konstruksi krusial seperti aspal, semen, hingga baja.
Dalam keterangan tang sama, Sekretaris Jenderal Gapensi La Ode Safiul Akbar juga menitikberatkan, jika tidak ada penyesuaian harga pada proyek-proyek yang ada, para kontraktor berisiko menanggung kerugian yang sangat besar.