"Sejak optimalisasi ini dilakukan per tanggal 14 sampai dengan 31 Agustus kemarin sudah 214 movement pesawat dan sekitar 23.400 penumpang yang sudah dilayani oleh Bandara Husein Sastranegara," katanya.
Menurut Granito lonjakan tersebut menunjukkan tingginya animo masyarakat terhadap konektivitas penerbangan dari Bandung setelah pengoperasian pesawat jet kembali dioptimalkan.
Saat ini penerbangan jet di Bandara Husein Sastranegara dilayani Garuda Indonesia dan Citilink. Garuda Indonesia melayani rute Denpasar, sementara Citilink melayani Denpasar, Kualanamu, Balikpapan, Surabaya, dan Palembang. Adapun penerbangan menggunakan pesawat propeller tetap dilayani Susi Air dengan rute Halim Perdanakusuma dan Cijulang Pangandaran.
Gradito menyebut rute Denpasar menjadi salah satu rute dengan tingkat permintaan tertinggi. Tingkat keterisian penumpang atau load factor pada rute tersebut mencapai 97-98 persen dan bahkan kerap mencapai 100 persen.
"Denpasar itu load factor-nya bisa sampai 97-98 persen. Sering sekali 100 persen," ujarnya. Untuk terus mengantisipasi peningkatan trafik, pengelola juga akan menambah operator penerbangan. Super Air Jet dijadwalkan mulai beroperasi di Bandara Husein Sastranegara pada 18 September 2026 dengan rencana rute menuju Kualanamu, Pekanbaru, Ujung Pandang, Pontianak, Denpasar, dan Balikpapan.