Mentan juga menargetkan produksi gula nasional dapat meningkat hingga sekitar 3 juta ton pada 2026, seiring dengan perluasan dan optimalisasi lahan tebu nasional sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian pangan Indonesia.
Upaya percepatan ini sebelumnya telah dimulai pada 2025. Sepanjang tahun tersebut, Direktorat Jenderal Perkebunan Kementan menyalurkan bantuan sebanyak 1.925.760.000 mata benih tebu kepada petani, setara dengan pengembangan areal tanam sekitar 32.096 hektare dengan asumsi kebutuhan sekitar 60.000 mata benih per hektare.
Program ini dilaksanakan di 7 provinsi dan 56 kabupaten. Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Perkebunan Abdul Roni Angkat menjelaskan bahwa ketersediaan benih unggul merupakan fondasi penting dalam meningkatkan produktivitas dan rendemen tebu di tingkat pekebun.
“Benih merupakan fondasi utama dalam budi daya tebu. Melalui program bantuan benih ini, pemerintah ingin memastikan pekebun memperoleh akses terhadap benih unggul sehingga produktivitas dan rendemen tebu dapat meningkat,” ujar Roni.
Ia menambahkan, Direktorat Jenderal Perkebunan akan terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, penangkar benih, serta para pekebun agar proses penyaluran benih dapat berjalan tepat waktu dan tepat sasaran.