Menanggapi tantangan tersebut, Wakil Rektor IV Universitas Negeri Surabaya, Dwi Cahyo Kartiko, menyatakan Unesa siap mengembangkan benih kedelai unggul yang mampu menghasilkan produktivitas mencapai 5-6 ton per hektare.
"Kami menyampaikan kepada Pak Menteri bahwa apabila benih unggul itu berhasil dikembangkan, kami siap mengawal implementasinya. Pak Menteri juga menyampaikan bahwa apabila produktivitas di lahan 56 hektare mampu mencapai 5 hingga 6 ton per hektare, maka keberhasilan tersebut dapat menjadi model pengembangan kedelai nasional," ujar Dwi.
Dia menambahkan, pengembangan benih kedelai kini menjadi fokus utama tim peneliti Unesa, khususnya Fakultas Ketahanan Pangan. Seluruh sumber daya akademik akan diarahkan untuk mencari dan menghasilkan benih unggul dengan produktivitas tinggi.
"Ini menjadi pekerjaan rumah sekaligus tantangan besar bagi kami. Kami akan mencari benih yang terbaik agar mampu menghasilkan produktivitas sesuai target yang diberikan Pak Menteri," katanya.
Dwi menargetkan proses pencarian dan penyiapan benih unggul dapat diselesaikan pada tahun ini sehingga dapat segera diuji di lapangan.