AALI
9800
ABBA
292
ABDA
6750
ABMM
1400
ACES
1350
ACST
195
ACST-R
0
ADES
3650
ADHI
830
ADMF
7600
ADMG
194
ADRO
2260
AGAR
362
AGII
1475
AGRO
1485
AGRO-R
0
AGRS
148
AHAP
70
AIMS
404
AIMS-W
0
AISA
173
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1130
AKRA
810
AKSI
740
ALDO
1380
ALKA
358
ALMI
290
ALTO
222
Market Watch
Last updated : 2022/01/17 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
507.30
-0.48%
-2.43
IHSG
6645.05
-0.72%
-48.35
LQ45
948.02
-0.52%
-4.93
HSI
24218.03
-0.68%
-165.29
N225
28333.52
0.74%
+209.24
NYSE
0.00
-100%
-17259.00
Kurs
HKD/IDR 1,836
USD/IDR 14,319
Emas
838,644 / gram

Perintah Jokowi, Tidak Ada Lagi Penduduk Miskin Ekstrem di 2024

ECONOMICS
Erfan Maruf
Jum'at, 19 November 2021 07:24 WIB
Penduduk miskin ekstrem tercatat ada di 35 Kabupaten. Presiden Jokowi meminta tidak ada lagi penduduk miskin ekstrem diakhir masa pemerintahannya pada 2024.
Perintah Jokowi, Tidak Ada Lagi Penduduk Miskin Ekstrem di 2024 (FOTO:  Dokumen MNC Media)
Perintah Jokowi, Tidak Ada Lagi Penduduk Miskin Ekstrem di 2024 (FOTO: Dokumen MNC Media)

IDXChannel - Penduduk miskin ekstrem tercatat ada di 35 Kabupaten. Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta tidak ada lagi penduduk miskin ekstrem diakhir masa pemerintahannya pada 2024.

Hal tersebut diungkapkan Jokowi dalam rapat kabinet terbatas membahas penduduk miskin ekstrem. Dalam rapat membahas pengentasan agar di akhir kepemimpinan Jokowi pada 2024 tidak ada lagi penduduk yang masuk dalam miskin ekstrem. 

"Kita barusan rapat kabinet terbatas khusus untuk membahas tentang penanganan penduduk miskin ekstrem yang jumlahnya masih cukup tinggi di Indonesia," kata Menko PMK Muhadjir Effendy di Jakarta, Kamis (18/11/2021).

Dia menyebut penduduk yang masuk dalam daftar miskin ekstrem berada di tujuh provinsi yang mencakup di 35 Kabupaten Kota. Provinsi tersebut di antaranya Nusa Tenggara Timur (NTT) Maluku, Papua, Papua Barat, dan sejumlah Provinsi di wilayah Jawa. 

"Semuanya akan dilaksanakan secara bertahap nanti tahun 2022 sasarannya akan lebih diperbesar," jelasnya. 

Dia menyebut bahwa dalam rapat tersebut Jokowi meminta agar penduduk miskin ekstrem tuntas pada tahun 2024.

"Sesuai dengan arahan dari bapak presiden tahun 2024 kita berharap miskin ekstrem di Indonesia sudah nol tidak ada lagi miskin ekstrem," jelasnya. 

Dalam menangani hal tersebut harus dilakukan secara khusus dengan berbasis pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). 

"Harus ditangani secara khusus antara lain dengan berbasis pada DTKS. Kalau DKTS-nya belum rapih belum betul-betul akurat memang kita khawatir sasarannya meleset," jelasnya. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD