IDXChannel - Kinerja pariwisata Indonesia menunjukkan tren penguatan sepanjang 2025. Menteri Pariwisata Widiyanti mengungkapkan bahwa secara kumulatif, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia pada periode Januari hingga November 2025 mencapai 13,98 juta kunjungan. Capaian tersebut tumbuh 10,44 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebesar 12,66 juta kunjungan.
Dari sisi pasar utama, Widiyanti menjelaskan bahwa arus wisatawan mancanegara masih didominasi oleh lima negara penyumbang terbesar, yakni Malaysia, Australia, Singapura, China, dan Timor Leste. Kelima negara tersebut secara kumulatif berkontribusi lebih dari 56 persen terhadap total kunjungan wisatawan mancanegara pada November 2025.
Komposisi ini, menurut Widiyanti, mencerminkan kuatnya pasar regional sekaligus menjadi pengingat pentingnya upaya berkelanjutan dalam memperkuat konektivitas, menjalankan promosi yang lebih terarah, serta meningkatkan kualitas layanan pariwisata guna memperluas penetrasi ke pasar kawasan lainnya.
Dari jalur kedatangan, kunjungan wisatawan mancanegara masih terkonsentrasi di lima bandara utama, yaitu Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Bandara Soekarno–Hatta Jakarta, Bandara Juanda Surabaya, Bandara Kualanamu Medan, dan Bandara Internasional Yogyakarta. Kelima bandara tersebut dinilai sebagai simpul strategis dalam konektivitas pariwisata internasional Indonesia.
“Kelima pintu masuk ini akan terus diperkuat, baik dari sisi layanan, pengalaman kedatangan, maupun integrasi dengan destinasi wisata,” ujar Widiyanti.