AALI
9925
ABBA
412
ABDA
0
ABMM
1505
ACES
1275
ACST
240
ACST-R
0
ADES
3050
ADHI
1090
ADMF
7800
ADMG
195
ADRO
1920
AGAR
336
AGII
1440
AGRO
2220
AGRO-R
0
AGRS
191
AHAP
71
AIMS
450
AIMS-W
0
AISA
204
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
965
AKRA
4270
AKSI
400
ALDO
940
ALKA
238
ALMI
246
ALTO
276
Market Watch
Last updated : 2021/12/08 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
507.86
0.07%
+0.36
IHSG
6632.21
0.45%
+29.64
LQ45
951.04
0.09%
+0.87
HSI
23989.26
0.02%
+5.60
N225
28722.12
0.94%
+266.52
NYSE
16853.57
1.58%
+261.60
Kurs
HKD/IDR 1,846
USD/IDR 14,405
Emas
826,722 / gram

Permintaan dari China Meningkat, Harga Batu Bara Acuan Tembus USD150,03 Per Ton

ECONOMICS
Oktiani Endarwati
Senin, 06 September 2021 19:50 WIB
Meningkatnya permintaan listrik di China membuat kebutuhan batu bara untuk sebagai tenaga pembangkit terus meningkat.
Permintaan dari China Meningkat, Harga Batu Bara Acuan Tembus USD150,03 Per Ton. (Foto: MNC Media)
Permintaan dari China Meningkat, Harga Batu Bara Acuan Tembus USD150,03 Per Ton. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Meningkatnya permintaan listrik di China membuat kebutuhan batu bara untuk sebagai tenaga pembangkit terus meningkat. Bahkan, angkanya yang melampaui kapasitas pasokan mendorong Harga Batu Bara Acuan (HBA) terus mencetak rekor baru.

Per September 2021, HBA mencapai USD150,03 per ton. Angka ini naik USD19,04 per ton dibanding HBA bulan Agustus 2021 yang mencapai angka USD130,99 per ton.

"Ini adalah angka yang cukup fenomenal dalam dekade terakhir. Permintaan China yang tinggi melebihi kemampuan produksi domestiknya serta meningkatnya permintaan batu bara dari Korea Selatan dan kawasan Eropa seiring dengan tingginya harga gas alam melambungkan HBA ke angka USD150,03 per ton," ujar Kepala Biro Komunikasi Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM, Agung Pribadi di Jakarta, Senin (6/9/2021).

Menurut Agung, faktor-faktor tersebut telah mendorong harga batu bara global ikut terimbas naik dan mencatatkan rekor dari bulan ke bulan.

Sempat melandai pada Februari-April 2021, HBA mencatatkan kenaikan beruntun pada periode Mei-Juli 2021 hingga menyentuh angka USD115,35 per ton di Juli 2021. Kenaikan tersebut terus konsisten hingga bulan September 2021 dengan mencatatkan rekor tertinggi baru.

Sebagai informasi, HBA adalah harga yang diperoleh dari rata-rata Indonesia Coal Index (ICI), Newcastle Export Index (NEX), Globalcoal Newcastle Index (GCNC), dan Platt's 5900 pada bulan sebelumnya, dengan kualitas yang disetarakan pada kalori 6322 kcal/kg GAR, Total Moisture 8%, Total Sulphur 0,8%, dan Ash 15%.

Terdapat dua faktor turunan yang memengaruhi pergerakan HBA yaitu, supply dan demand. Pada faktor turunan supply dipengaruhi oleh season (cuaca), teknis tambang, kebijakan negara supplier, hingga teknis di supply chain seperti kereta, tongkang, maupun loading terminal.

Sementara untuk faktor turunan demand dipengaruhi oleh kebutuhan listrik yang turun berkorelasi dengan kondisi industri, kebijakan impor, dan kompetisi dengan komoditas energi lain, seperti LNG, nuklir, dan hidro.

Nantinya, HBA bulan September ini akan dipergunakan pada penentuan harga batu bara pada titik serah penjualan secara Free on Board di atas kapal pengangkut (FOB Vessel). (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD