AALI
8400
ABBA
590
ABDA
0
ABMM
1200
ACES
1290
ACST
248
ACST-R
0
ADES
2800
ADHI
905
ADMF
7700
ADMG
216
ADRO
1500
AGAR
356
AGII
1395
AGRO
2570
AGRO-R
0
AGRS
228
AHAP
70
AIMS
336
AIMS-W
0
AISA
202
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
590
AKRA
4130
AKSI
414
ALDO
730
ALKA
254
ALMI
238
ALTO
324
Market Watch
Last updated : 2021/09/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
460.94
0.12%
+0.54
IHSG
6144.82
0.03%
+2.10
LQ45
866.25
0.09%
+0.74
HSI
24192.16
-1.3%
-318.82
N225
30248.82
2.06%
+609.42
NYSE
0.00
-100%
-16352.18
Kurs
HKD/IDR 1,828
USD/IDR 14,245
Emas
803,749 / gram

Permintaan Obat Covid Melonjak 12 Kali Lipat, Menkes: Agustus Stok Masuk Signifikan

ECONOMICS
Leonardus Kangsaputra
Senin, 26 Juli 2021 15:20 WIB
Diperlukan 4-6 minggu agar kapasitas produksi obat dalam negeri bisa memenuhi peningkatan kebutuhan obat-obatan sebanyak 12 kali lipat ini.
Diperlukan 4-6 minggu agar kapasitas produksi obat dalam negeri bisa memenuhi peningkatan kebutuhan obat-obatan sebanyak 12 kali lipat ini. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, mengatakan sejak 1 Juni sampai sekarang telah terjadi lonjakan yang luar biasa dari kebutuhan obat-obatan atau sekitar 12 kali lipat. Pemerintah telah menyadari hal ini dan melakukan komunikasi dengan teman-teman di gabungan pengusaha farmasi (GP Farmasi) dan telah mempersiapkan dengan mengimpor bahan baku obat, memperbesar kapasitas produksi serta mempersiapkan distribusinya. 

“Tapi memang diperlukan waktu dari 4-6 minggu agar kapasitas produksi obat dalam negeri kita bisa memenuhi peningkatan kebutuhan obat-obatan sebanyak 12 kali lipat ini. Saya sampaikan, mudah-mudahan pada awal Agustus 2021 beberapa obat-obatan yang sering dicari masyarakat seperti Azitromisin, Oseltamivir, maupun Favipiravir bisa masuk ke pasar secara lebih signifikan,” kata Menkes Budi, dalam sesi jumpa pers, Senin (26/7/2021). 

Lebih lanjut, jumlah Azitromisin sekarang terdapat 11,4 juta stok yang ada di nasional, 20 pabrik lokal yang memproduksi obat ini, sehingga kapasitas produksinya mencukupi. Menkes Budi tak mengelak jika ada sedikit hambatan di distribusi yang saat ini sudah bicarakan dan dikonsultasikan dengan GP Farmasi untuk memastikan agar obat Azitromisin ini bisa masuk ke apotek-apotek. 

“Khusus Favipiravir, kita memiliki stok sekira 6 juta di seluruh Indonesia dan ada beberapa produsen dalam negeri yang akan meningkatkan stok Favipiravir ini termasuk Kimia Farma yang bisa mencapai 2 juta per hari. Rencananya PT Dexa Medika juga akan mengimport 15 juta pada Agustus. Pemerintah juga akan mengimport 9,2 juta dari beberapa negara mulai Agustus,” lanjutnya. 

Selain itu ada pabrik baru yang rencananya pada Agustus akan memproduksi 1 juta Favipiravir setiap hari. Favipiravir ini akan menggantikan Oseltamivir sebagai obat antivirus, sementara Azitromisin sebagai antibiotik. Favipiravir ini masuk dalam kategori antivirus, yang oleh dokter-dokter ahli lima profesi di Indonesia sudah mengkaji dampaknya terhadap mutasi virus Delta. 

“Mereka menganjurkan agar antivirusnya digunakan Favipiravir. Dan diharapkan nanti Agustus pemerintah sudah memiliki kapasitas produksi dalam negeri antara 2-4 juta ton tablet per hari yang bisa memenuhi kebutuhan. Sedangkan Oseltamivir kita ada stok sampai Agustus sekira 12 juta, tapi karena ini secara perlahan akan diganti dengan Favipiravir, maka kita akan pertahankan stoknya. Ini adalah 3 obat Azitromisin, Oseltamivir, dan Favipiravir yang memang diproduksi di dalam negeri,” tuntasnya. (TIA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD