AALI
0
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
0
ACES
0
ACST
0
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
0
ADMF
0
ADMG
0
ADRO
0
AGAR
0
AGII
0
AGRO
0
AGRO-R
0
AGRS
0
AHAP
0
AIMS
0
AIMS-W
0
AISA
0
AISA-R
0
AKKU
0
AKPI
0
AKRA
0
AKSI
0
ALDO
0
ALKA
0
ALMI
0
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2021/05/13 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
467.69
-0.91%
-4.29
IHSG
5921.08
-0.92%
-54.70
LQ45
879.63
-1%
-8.87
HSI
27718.67
0%
0.00
N225
27448.01
0%
0.00
NYSE
16181.63
-1.06%
-173.99
Kurs
HKD/IDR 1,827
USD/IDR 14,198
Emas
838,980 / gram

Permudah Perizinan, Jatim Pasang Target Investasi Rp100 Triliun di 2021

ECONOMICS
Lukman Hakim/Sindo
Senin, 15 Maret 2021 17:05 WIB
Pemprov Jawa Timur tahun ini menargetkan realisasi investasi mencapai Rp100 triliun. Angka ini lebih tinggi 25 persen dibanding tahun sebelumnya.
Permudah Perizinan, Jatim Pasang Target Investasi Rp100 Triliun di 2021. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) tahun ini menargetkan realisasi investasi mencapai Rp100 triliun. Angka ini lebih tinggi 25 persen dibanding realisasi investasi yang berlangsung di tahun 2020 yang mencapai Rp78 triliun.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Jatim, Aris Mukiyono, optimistis target tersebut bisa tercapai. Indikatornya adalah bergeraknya aktivitas ekonomi pasca-pandemi, lalu program vaksinasi, serta adanya sejumlah perusahaan yang izin usaha yang sudah beroperasi 2021.

“Sejumlah proyek juga berjalan. Seperti pembangunan Bandara Kediri yang sudah pembebasan lahan," katanya, Senin (15/3/2021).

Selain itu, kawasan Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) juga menjadi Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Manufaktur dan Teknologi Tinggi yang diharapkan bisa menarik investor asing dengan perusahaan berteknologi tinggi.

“Rencananya di JIIPE akan ada investor dari Taiwan. Ini akan menggenjot investasi Jatim, bahkan di daerah-daerah juga tertarik untuk membuat kawasan industri seperti di Nganjuk dan Ngawi,” ujarnya.

Dari total target investasi, kata dia, kontributor terbesar masih dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yakni 70 persen dan 30 persen merupakan PMA. Untuk PMA sendiri paling banyak dilakukan oleh Singapura. Bahkan, investasi Singapura mendominasi 80 persen dari total PMA.

"Kenapa investasi dari Singapura ke Jatim besar, bisa saja mereka asal negara lain dengan basis perusahaan di Singapura,” tandasnya.

Dia menambahkan, daerah terbesar untuk investasi PMA yakni Surabaya, Pasuruan, Sidoarjo, Gresik, dan Mojokerto. Dia pun memastikan, proses perizinan investasi di Jatim akan lebih dipermudah guna menarik investor.

“Investasi di Jatim sangat menarik karena semua infrastruktur penunjang ada semua. Mulai jalan tol hingga pelabuhan yang besar," imbuhnya. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD