"BI komitmen will do our best merumuskan bauran kebijakan jaga stabilitas dan dorong ekonomi berkelanjutan melalui bauran di moneter, makroprudensial, ekonomi kerakyatan, dan berbagai hal di moneter," ujar Perry.
Ketiga, Sinergi (S), menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor. Perry menekankan bahwa koordinasi antara otoritas moneter dan fiskal kini menjadi lebih erat daripada sebelumnya untuk memastikan kebijakan pemerintah selaras dengan stabilitas pasar.
"Kami terus membangun dan semakin erat antara moneter dan fiskal. Sinergi kebijakan BI dan Fiskal yang erat," tuturnya.
Melalui peluncuran LPI 2025 ini, Bank Indonesia mengajak seluruh lapisan masyarakat, mulai dari akademisi hingga pelaku usaha, untuk bahu-membahu menjaga momentum pertumbuhan nasional di tengah tantangan global yang masih dinamis.
(kunthi fahmar sandy)