AALI
10025
ABBA
406
ABDA
0
ABMM
1535
ACES
1415
ACST
272
ACST-R
0
ADES
2570
ADHI
1155
ADMF
7950
ADMG
234
ADRO
1735
AGAR
350
AGII
1470
AGRO
2020
AGRO-R
0
AGRS
210
AHAP
65
AIMS
500
AIMS-W
0
AISA
232
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
795
AKRA
4660
AKSI
458
ALDO
720
ALKA
250
ALMI
238
ALTO
300
Market Watch
Last updated : 2021/10/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
516.22
0.19%
+0.98
IHSG
6643.74
0.16%
+10.77
LQ45
970.79
0.27%
+2.64
HSI
26126.93
0.42%
+109.40
N225
28804.85
0.34%
+96.27
NYSE
17132.22
0.29%
+49.07
Kurs
HKD/IDR 1,814
USD/IDR 14,120
Emas
813,779 / gram

Persiapan KTT G20, Luhut Tinjau Mangoreve Bali yang Berumur 27 Tahun

ECONOMICS
Azhfar Muhammad
Jum'at, 26 November 2021 10:22 WIB
Menko Luhut meninjau Hutan Mangrove di kawasan Bali untuk persiapan kegiatan G20 yang akan berlangsung pada November 2022 mendatang.
Menko Luhut meninjau Hutan Mangrove di kawasan Bali  untuk persiapan kegiatan G20 yang akan berlangsung pada November 2022 mendatang. (Foto: MNC Media)
Menko Luhut meninjau Hutan Mangrove di kawasan Bali untuk persiapan kegiatan G20 yang akan berlangsung pada November 2022 mendatang. (Foto: MNC Media)

IDXChannel -  Pemerintah melalui Kemenko Marves,  Dirjen Cipta Karya PUPR Diana, bersama Gubernur Bali, Wayan Koster meninjau Hutan Mangrove di kawasan Bali  dalam rangka menyiapkan seluruh kesiapan untuk kegiatan G20 yang akan berlangsung pada November 2022 mendatang.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan hutan mangrove sebagai kontribusi dalam penyerapan karbon.

“Kami melihat bersama dengan Pak Gubernur sebagai contoh mangrove yang sudah berumur. mangrove yang sudah hampir 27 tahun dan ini juga dan bekas tambang  membuat kontribusi yang bagus untuk penyerapan karbon.” kata Menko Luhut saat meninjau Hutan Mangrove di Bali, Jumat (26/11/2021). 

Menko Luhut menyebutkan Perbaikan kawasan hutan mangrove di Bali, merupakan bagian kecil dari program restorasi 600 ribu hektare mangrove dari pemerintah.

“Nanti waktu G20 presiden akan menunjukan selama tahun ini dan tahun depan mungkin kami sudah hampir 200 ribu hektar kami sudah melakukan restorasi dan itu dan itu sebagian besar didanai okeh APBN,” Ujarnya.

"Jadi Presiden itu mau ngirim pesan, kita jangan omong-omong saja di dalam pertemuan-pertemuan tingkat tinggi dunia ini, karena program ini didanai 1,2 Miliar Dollar,” tambahnya. 

Tak hanya itu, saat ini banyak pengusaha smelter yang memiliki tempat bakal mulai menanam mangrove. Hal itu dikarenakan mereka nantinya akan bisa mulai mengklaim hasil penyerapan karbon tersebut.

Saat ini pihaknya sedang melakukan penyempurnaan kebijakan mengenai karbon pricing dan karbon trading dengan instansi-instansi terkait seperti Menteri Keuangan dan Perdagangan, OJK, DLHK, SDM, dan PLN.

Dengan demikian, Menko Luhut  menjelaskan hal tersebut Indonesia merupakan salah satu super power dalam karbon kredit.

"Ini kekuatan besar. Kita mungkin bisa menghasilkan puluhan, ratusan bahkan miliaran dolar. Mungkin beberapa puluh tahun kedepan untuk generasi muda kedepannya untuk menciptakan lapangan kerja. Nanti bisa ikan, udang, kepiting dan sebagainya hidup di sini. Kalau masuk tadi di dalam beda temperatur dengan di sini hampir 1 derajat atau 0,5 derajat," pungkasnya. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD