Celios juga menilai target inflasi pemerintah sebesar 2,5±1 persen terlalu rendah jika risiko cuaca ekstrem tidak diperhitungkan.
Huda mengingatkan potensi fenomena El Nino pada akhir 2026 hingga 2027 yang dapat mengganggu produksi pangan dan mendorong kenaikan harga komoditas pokok.
"Inflasi yang ditargetkan 2,5 persen plus minus 1 persen sangat tidak realistis karena tidak menganggap faktor El-Nino Godzilla yang bisa melambungkan harga pangan dan beras hingga inflasi berpotensi menyentuh 5,74 persen," ujarnya.
Tekanan juga datang dari nilai tukar rupiah. Celios memproyeksikan rupiah dapat melemah hingga Rp18.400 per USD, lebih tinggi dibandingkan asumsi pemerintah sebesar Rp17.500 per USD.
Arus modal keluar atau capital outflow serta rendahnya kepercayaan investor menjadi sejumlah faktor yang dapat menekan rupiah.