Berbeda dengan Celios, pemerintah menilai fundamental ekonomi Indonesia masih cukup kuat untuk menghadapi ketidakpastian global.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, ketahanan ekonomi nasional menjadi modal penting untuk menghadapi tekanan suku bunga global, ketegangan geopolitik, serta volatilitas harga energi dan pangan.
Optimisme tersebut, menurut Airlangga, didukung oleh kinerja ekonomi Indonesia pada semester I-2026 yang tumbuh 5,45%, sekaligus menjadi pertumbuhan tertinggi dalam 13 tahun terakhir.
Investasi juga mencatatkan kinerja positif dengan realisasi mencapai Rp1.010,6 triliun.
"Berdasarkan arahan Bapak Presiden, target pertumbuhan ekonomi kita patok sebesar 6 persen dengan laju inflasi terkendali di kisaran 2,5 persen dan angka kemiskinan ditekan ke level 6 hingga 6,5 persen," kata Airlangga.
(DESI ANGRIANI)