AALI
8825
ABBA
224
ABDA
6025
ABMM
4350
ACES
630
ACST
196
ACST-R
0
ADES
7100
ADHI
760
ADMF
8500
ADMG
167
ADRO
3860
AGAR
312
AGII
2360
AGRO
615
AGRO-R
0
AGRS
100
AHAP
105
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
147
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1585
AKRA
1305
AKSI
320
ALDO
690
ALKA
290
ALMI
398
ALTO
171
Market Watch
Last updated : 2022/09/26 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
533.28
-1.59%
-8.63
IHSG
7065.09
-1.58%
-113.49
LQ45
1009.28
-1.59%
-16.36
HSI
17729.59
-1.14%
-203.68
N225
26431.55
-2.66%
-722.28
NYSE
13796.99
-2.26%
-319.60
Kurs
HKD/IDR 1,914
USD/IDR 15,031
Emas
791,977 / gram

Pertumbuhan Industri Mamin Melambat, Hanya 2,9 Persen di Semester I-2021

ECONOMICS
Iqbal Dwi Purnama
Rabu, 01 September 2021 13:25 WIB
Pandemi Covid-19 membuat industri makanan dan minuman hanya tumbuh 2,9 persen di Semester I-2021.
Pertumbuhan Industri Mamin Melambat, Hanya 2,9 Persen di Semester I-2021. (Foto: MNC Media)
Pertumbuhan Industri Mamin Melambat, Hanya 2,9 Persen di Semester I-2021. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Pandemi Covid-19 membuat industri makanan dan minuman hanya tumbuh 2,9 persen di Semester I-2021. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan 2019 yang sempat mengalami pertumbuhan hingga 7,8 persen secara year on year (YoY).

Menurut Head Of Corporate Ratings PT Pefindo, Niken Indriarsih, pertumbuhan industri mamin yang ada saat ini justru lebih baik dibanding tahun 2020 lalu, yang hanya tumbuh sekitar 1,6 persen.

"Jadi memang kalau kita lihat pada perkembangannya pada tahun 2020 dan 2021 ini, industri ini sebenarnya masih mengalami pertumbuhan, walaupun mungkin tidak seperti sebelum adanya pandemi, dan juga secara konsisten kalau kita lihat pertumbuhan industrinya masih tinggi," ujarnya pada Market Review IDXChanel, Rabu (1/9/2021).

Niken menjelaskan, pada tahun 2020 lalu ketika ekonomi Indonesia mengalami kontraksi, indusri makanan dan minuman masih mengalami pertumbuhan walaupun rendah hanya sebebsar 1,6%, dibandingkan pada tahun 2019 dan sebelumnya yang bisa mencapai 7%. Sementara pada tahun 2021 industri mamin masih mengalami pertumbuhan yang hampir 3%.

Perununan yang cukup signifikan tersbut disebut Niken akibat belum beradaptasi masyarakat ditengah pandemi covid 19. Namun pertumbuhan yang tercatat pada semester I 2021 lalu, sebab dari masyarakat yang sudah mulai beradaptasi.

"Dengan adanya pembatasan kegiatan masyarakat, dari sisi distribusi, dari sisi ritel ataupun offline, atau dari sisi pembatasan jam operasional, nah itu yang membatasi distribusi dari produk-produk industri mamin ini," tambahnya.

Dari sisi pasar ekspor pun juga demikian terkendala, karena pada tahun 2020 yang menjadi pertumbuhan terkecil, beberapa negara yang menjadi pasar ekspor juga melakukan lockdown.

Niken berharap dengan adanya relaksasi kebijakan PPKM yang kini sudah turun menjadi level 3, dapat menjaga pertumbuhan industri mamin pada kuartal selanjutnya.

"Kami harapkan PPKM level 3 ini, mudah-mudahan juga berlanjut di kuartal selanjutnya, kami harapkan pertumbuhan ini tetap terjaga di sektor makanan minuman ini," tambahnya. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD