"Dengan adanya pembatasan kegiatan masyarakat, dari sisi distribusi, dari sisi ritel ataupun offline, atau dari sisi pembatasan jam operasional, nah itu yang membatasi distribusi dari produk-produk industri mamin ini," tambahnya.
Dari sisi pasar ekspor pun juga demikian terkendala, karena pada tahun 2020 yang menjadi pertumbuhan terkecil, beberapa negara yang menjadi pasar ekspor juga melakukan lockdown.
Niken berharap dengan adanya relaksasi kebijakan PPKM yang kini sudah turun menjadi level 3, dapat menjaga pertumbuhan industri mamin pada kuartal selanjutnya.
"Kami harapkan PPKM level 3 ini, mudah-mudahan juga berlanjut di kuartal selanjutnya, kami harapkan pertumbuhan ini tetap terjaga di sektor makanan minuman ini," tambahnya. (TYO)