AALI
9975
ABBA
288
ABDA
7200
ABMM
1395
ACES
1370
ACST
202
ACST-R
0
ADES
3660
ADHI
890
ADMF
7600
ADMG
197
ADRO
2270
AGAR
350
AGII
1435
AGRO
1510
AGRO-R
0
AGRS
159
AHAP
72
AIMS
406
AIMS-W
0
AISA
177
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1140
AKRA
825
AKSI
795
ALDO
1320
ALKA
384
ALMI
294
ALTO
238
Market Watch
Last updated : 2022/01/14 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
509.74
0.24%
+1.24
IHSG
6693.40
0.53%
+35.05
LQ45
952.95
0.25%
+2.36
HSI
24383.32
-0.19%
-46.48
N225
28365.05
0.86%
+240.77
NYSE
17219.06
-0.23%
-39.94
Kurs
HKD/IDR 1,836
USD/IDR 14,305
Emas
835,465 / gram

Perusahaan Asal UEA Diundang Masuk Jabar untuk Investasi di Aerocity Kertajati

ECONOMICS
Agung bakti sarasa
Minggu, 07 November 2021 06:52 WIB
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengajak perusahaan nasional Uni Emirat Arab, Masdar Mubadala Investment Company untuk berinvestasi di kawasan Rebana.
Perusahaan Asal UEA Diundang Masuk Jabar untuk Investasi di Aerocity Kertajati. (Foto: MNC Media)
Perusahaan Asal UEA Diundang Masuk Jabar untuk Investasi di Aerocity Kertajati. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengajak perusahaan nasional Abu Dhabi, Uni Emirat Arab (UEA), Masdar Mubadala Investment Company untuk berinvestasi di kawasan Rebana.

Ajakan tersebut disampaikan Ridwan Kamil dalam pertemuan dengan Director of Business Development Clean Energy, Ahmed Al Awadi dan Consultan Development and Investment Asia Pasific, Siddhart Nath dari Masdar Mubadala saat menggelar lawatan ke Abu Dhabi, awal November 2021 kemarin.

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu memaparkan rencana pengembangan 13 kawasan atau kota baru di kawasan Rebana yang mencakup 8 kabupaten/kota, mulai dari Subang, Majalengka, Indramayu, Kuningan, Sumedang, dan Cirebon.

Masdar Mubadala sendiri dibidik untuk menggarap investasi Aerocity, Kertajati di kawasan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB), Majalengka yang memiliki luas lahan sekitar 3.200 hektare dan ditopang oleh keberadaan infrastruktur darat, laut, dan udara yang mumpuni.

Menurut Kang Emil, Masdar City yang digarap Masdar Mubadala memiliki konsep pembangunan perkotaan berkelanjutan, sehingga tepat jika diterapkan di Aerocity Kertajati. Bahkan, kata Kang Emil, Masdar Mubadala sudah berinvestasi di proyek PLTS apung di Waduk Cirata.

"Masdar City sudah punya portofolio kota futuristik, kota renewable energy, dan kebetulan sudah ada investasi di Jabar. Jadi logis, sehingga nanti hasil listriknya bisa juga dipakai di kota baru (kawasan Rebana)," kata Kang Emil dalam keterangan resminya, Sabtu (6/11/2021) malam.

Kang Emil menyatakan bahwa tawaran investasi, termasuk investasi di kawasan Rebana kepada investor UEA dan Timur Tengah itu bertujuan untuk menyeimbangkan penanaman modal di Jabar yang selama ini didominasi oleh investor dari kawasan Asia, seperti Tiongkok, Jepang, hingga Korea Selatan.

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jabar, Noneng Komara Nengsih yang turut mendampingi Kang Emil dalam pertemuan itu menilai, Masdar City selaras dengan konsep pengembangan kawasan Rebana yang disiapkan Pemprov Jabar.

"Pengembangan Rebana mirip dengan Masdar City, Abu Dhabi yang merupakan kota berkelanjutan dengan konsep live, work, play and learn. Konsep ini akan dikembangkan di Rebana," katanya.

Pihak Masdar Mubadala menyambut baik tawaran investasi di kawasan Rebana tersebut. Menurut mereka, paparan Kang Emil tentang kawasan Rebana membuat mereka tertarik untuk menindaklanjuti tawaran itu dan berencana akan mengutus perwakilannya datang ke Jabar.

Dalam pertemuan tersebut, Kang Emil dan rombongan juga menyempatkan diri mengunjungi Masdar City dan mendapatkan penjelasan mengenai konsep kota berkelanjutan. Bahkan, Kang Emil juga sempat mengendarai kendaraan otomatis yang merupakan moda transportasi di Masdar City.

Masdar Mubadala dikenal sebagai Abu Dhabi Future Energy Company. Korporasi ini mengalami pertumbuhan tercepat di dunia dalam bidang keberlanjutan. A dapun Masdar City merupakan pusat inovasi dan zona bebas yang menampung lebih dari 900 penyewa komersial serta ribuan karyawan dan penduduk yang tinggal serta bekerja di sana. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD