“PPA memproyeksikan produksi OB akan mencapai 333,35 juta BCM hingga akhir tahun, sementara produksi batubara dan nikel diperkirakan mencapai 70,5 juta ton. Angka ini menunjukkan pertumbuhan 5 persen dibandingkan capaian tahun 2023 sebesar 66,8 juta ton,” kata Head of Corporate Communication PPA Adri Thanada di sela-sela media gathering di Jakarta, Jumat (13/12/2024).
Dia menambahkan, pada 2025 PPA akan terus melakukan ekspansi dengan menambah beberapa proyek baru. Targetnya, PPA bisa memproduksi OB melampaui angka 400 juta BCM di tahun depan.
Adri menambahkan, 2024 merupakan masa-masa ”Golden Years” bagi PPA karena perusahaan berhasil mendapatkan apreasiasi di sektor operasional dan rescue di level nasional dan internasional.
PPA, untuk ketiga kalinya mendapatkan penghargaan terbaik di ajang Good Mining Practices Award 2024 dari Ditjen Minerba Kementerian ESDM, Subroto Award untuk inovasi teknologi keselamatan pertambangan, serta menjadi Overall Winner di ajang 21st Indonesia Fire and Rescue Challenge.
Tidak hanya itu, tim Emergency Response Team (ERT) Garuda Rescue Nusantara, yang mewakili PPA, juga meraih prestasi di ajang Mining Emergency Response Competition (MERC) 2024 di Langley Park, Perth, Australia, beberapa waktu lalu.
“Kami berupaya terus memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan, tidak hanya bagi industri, tetapi juga bagi masyarakat dan lingkungan. Kami terus mengembangkan standar baru dalam praktik pertambangan yang berkelanjutan,” kata Adri.
Dia menambahkan, di sektor keselamatan dan rescue, PPA saat ini memiliki fasilitas Garuda Nusantara Rescue (GRN) di Balikpapan, Kalimantan Timur, yang merupakan pusat pelatihan bidang keselamatan dan rescue dengan peralatan lengkap dan berstandar internasional.
Ke depan, GRN ini selain internal juga akan memberikan pelatihan kepada pihak yang membutuhkan dan perusahaan-perusahaan lain yang peduli terhadap keselamatan kerja.
(Nur Ichsan Yuniarto)