AALI
9250
ABBA
280
ABDA
0
ABMM
2430
ACES
725
ACST
193
ACST-R
0
ADES
6250
ADHI
795
ADMF
8150
ADMG
176
ADRO
3230
AGAR
304
AGII
2250
AGRO
750
AGRO-R
0
AGRS
114
AHAP
99
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
156
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1525
AKRA
1155
AKSI
274
ALDO
760
ALKA
296
ALMI
304
ALTO
194
Market Watch
Last updated : 2022/08/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
540.72
-0.14%
-0.77
IHSG
7134.03
0.01%
+0.58
LQ45
1015.45
-0.09%
-0.91
HSI
19812.78
-0.55%
-109.67
N225
28963.25
-0.89%
-259.52
NYSE
15734.11
-0.71%
-112.68
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,765
Emas
837,319 / gram

Petani Sawit Mau Demo Besar Lagi, Ada Apa?

ECONOMICS
Athika Rahma
Senin, 06 Juni 2022 13:10 WIB
Para petani sawit berencana menggelar demonstrasi lagi, setelah sebelumnya menuntut larangan ekspor crude palm oil (CPO) segera dicabut.
Petani Sawit Mau Demo Besar Lagi, Ada Apa? (FOTO: MNC Media)
Petani Sawit Mau Demo Besar Lagi, Ada Apa? (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Para petani sawit yang tergabung dalam Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) berencana menggelar demonstrasi lagi, setelah sebelumnya menuntut larangan ekspor crude palm oil (CPO) segera dicabut.

Ketua Umum APKASINDO Gulat Manurung mengatakan, demo ini adalah keinginan semua petani sawit dari Aceh sampai Papua yang terdiri dari 22 provinsi.

"Dan saya harus mensalurkan keinginan kawan-kawan (petani). Sebab saya sudah kehabisan jawaban kepada kawan-kawan atas masih anjloknya harga TBS petani disaat yang bersamaan harga CPO Internasional sedang naik yaitu Rp23 ribu per kg," ungkap Gulat, Senin (6/6/2022).

Namun, Gulat tidak merinci kapan aksi akan digelar. Yang jelas, pemerintah dinilai harus benar-benar peduli dengan nasib petani. Menurutnya, seharusnya harga TBS sawit sudah diangka Rp 4.500 per kg, sedangkan saat ini, harganya masih di kisaran Rp 1600- Rp 1900 per kg.

Belum berjalannya ekspor meskipun larangannya sudah dicabut serta beratnya beban yang ditanggung petani menjadi faktor utama yang membuat harga TBS sawit anjlok.

"Karena baik Pungutan Ekspor (PE), Bea Keluar (BK) dan DPO pada akhirnya akan dibebankan ke TBS petani. Apalagi ada informasi akan dinaikkan lagi PE, tentu ini membuat marah semua petani," ujar Gulat.

Gulat mengatakan, harusnya para menteri terkait memikirkan agar ekspor bisa segera berjalan sehingga sirkulasi industri sawit berputar.

"Yang kami inginkan adalah bagaimana caranya supaya harga TBS kami pekebun kembali ke normal dan harga wajar sesuai harga CPO Internasional. Terserah mau pakai aturan apapun itu," tutup Gulat. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD