AALI
9350
ABBA
278
ABDA
0
ABMM
2500
ACES
720
ACST
169
ACST-R
0
ADES
6175
ADHI
745
ADMF
8125
ADMG
173
ADRO
3140
AGAR
314
AGII
2340
AGRO
845
AGRO-R
0
AGRS
116
AHAP
83
AIMS
246
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1545
AKRA
1180
AKSI
270
ALDO
775
ALKA
292
ALMI
0
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/10 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
536.47
-0.12%
-0.62
IHSG
7086.24
-0.23%
-16.64
LQ45
1007.80
-0.09%
-0.91
HSI
19610.84
-1.96%
-392.60
N225
27819.33
-0.65%
-180.63
NYSE
0.00
-100%
-15305.80
Kurs
HKD/IDR 195
USD/IDR 14,872
Emas
856,617 / gram

PMK Semakin Meluas, Hewan Ternak Bakal Dites Antigen hingga PCR

ECONOMICS
Iqbal Dwi Purnama
Kamis, 30 Juni 2022 16:18 WIB
Wabah PMK yang menyerang hewan ternak semakin meluas, membuat penanganannya akan dilakukan seperti pedoman covid-19.
PMK Semakin Meluas, Hewan Ternak Bakal Dites Antigen hingga PCR (FOTO: MNC Media)
PMK Semakin Meluas, Hewan Ternak Bakal Dites Antigen hingga PCR (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak semakin meluas, membuat penanganannya akan dilakukan seperti pedoman covid-19, seperti karantina, vaksin hingga tes antigen atau PCR pada hewan ternak.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan melalui pembentukan Satgas yang diketuai oleh kepala BNPB diharapkan mampu mempercepat penanganan wabah PMK maupun penyuntikan vaksinasi dan pendistribusian obat.

"Kementan bersama BNPB berharap sebelum idul adha, 800 ribu vaksin sudha berada di semua tempat dan disuntikan," ujar Mentan dalam konferensi persnya, Kamis (30/6/2022).

Kepala BNPB, Suharyanto menambahkan pada penanganan wabah PMK dilakukan sama seperti pada penanganan covid 19 yang sebelumnya sudah dilakukan. Dilakukan tracing, testing, hingga treatment.

"Teknis pelaksanaan di lapangan sama seperti pada covid 19, jadi ada tahap pencegahan, disini melaksanakan testing, kepada hewan-hewan yang dicurigai terkena penyakit PMK, alat testing ya ada PCR, antigen, dan saran khusus," sambung Suharyanto.

"Setelah diketahui hewan ternak ini tentu ada prosedur pengobatan, ada karantina, kemudian yang masih sehat di karantina dan divaksin, kemudian yang sudah sakit di obati," lanjutnya.

Suharyanto menjelaskan juga bakal dibentuk satgas dengan skala yang lebih kecil di daerah, yang diketuai oleh Sekda (Sekretaris Daerah), Provinsi atau Kota, serta bakal diperbantukan institusi kepolisian hingga TNI.

"Ada juga satgas daerah yang dipimpin oleh sekda, provinsi atau kota dibtu oleh TNI dan polri di daerah, dinas terkait dan melibatkan asosiasi sarjana peternakan Indonesia," tutup Suharyanto. (RRD)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD