AALI
9575
ABBA
302
ABDA
6175
ABMM
1370
ACES
1250
ACST
186
ACST-R
0
ADES
3300
ADHI
805
ADMF
7575
ADMG
179
ADRO
2210
AGAR
362
AGII
1410
AGRO
1270
AGRO-R
0
AGRS
149
AHAP
66
AIMS
358
AIMS-W
0
AISA
174
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1045
AKRA
775
AKSI
735
ALDO
1320
ALKA
296
ALMI
296
ALTO
258
Market Watch
Last updated : 2022/01/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
502.60
-1.04%
-5.27
IHSG
6568.17
-1.31%
-86.99
LQ45
939.34
-1.07%
-10.15
HSI
24243.61
-1.67%
-412.85
N225
27131.34
-1.66%
-457.03
NYSE
0.00
-100%
-16397.34
Kurs
HKD/IDR 1,840
USD/IDR 14,343
Emas
848,798 / gram

PNS Diganti Robot? Banyak Pekerjaan Hilang Karena Teknologi

ECONOMICS
Shelma Rachmahyanti
Selasa, 30 November 2021 17:17 WIB
Pemerintah berencana mengganti sebagian Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan teknologi robot dan super aplikasi.
PNS Diganti Robot? Banyak Pekerjaan Hilang Karena Teknologi (FOTO: MNC Media)
PNS Diganti Robot? Banyak Pekerjaan Hilang Karena Teknologi (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Pemerintah berencana mengganti sebagian Pegawai Negeri Sipil (PNS) dengan teknologi robot dan super aplikasi. Berkembangnya telkologi saat ini diakui membuat banyak pekerjaan yang hilang.

Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagio menilai, kebijakan tersebut diambil untuk efisiensi. Di mana, saat ini juga sudah banyak sektor pekerjaan yang hilang.

“Bukan soal cocok atau tidak cocok tapi efisiensi. Kan sekarang juga sudah banyak sektor pekerjaan yang hilang. Misalnya penjaga GTO maupun tempat parkir. Operator pelayanan dan sebagainya berkurang secara bertahap,” ujarnya saat dihubungi di Jakarta, Selasa (30/11/2021).

Di tempat yang berbeda, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPANRB) Tjahjo Kumolo buka-bukaan soal PNS digantikan robot. Dia mengatakan bahwa penerapan teknologi ini dilakukan untuk efektivitas kerja dan efisiensi anggaran.

 “Ujungnya efektivitas kerja, kolaborasi dan efisiensi anggaran dan fokus program kerja,” katanya saat dihubungi.

Dia mengatakan, saat ini pemerintah sedang menyiapkan super apps sebagai bagian digitalisasi di pemerintahan. “Sedang disusun konsep dan Super Apps. (Juga) Inovasi-inovasinya,” ujarnya.

Super Apps ini memungkinkan penggabungan berbagai aplikasi yang ada di pemerintahan. Seperti diketahui Super Apps memungkinkan penyediaan beragam layanan dalam satu aplikasi.

“Ya benar (penggabungan aplikasi). Aplikasi yang cepat,” ungkapnya.

Sebelumnya, Mantan Menteri Perikanan dan Kelautan Susi Pudjiastuti juga mengusulkan pemangkasan jumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS). Menurut Susi, pemangkasan PNS akan membawa kemajuan bagi pemerintahan.

Saat ini, profesi PNS masih menjadi salah satu cita-cita banyak orang. Namun, jumlah PNS di Indonesia dinilai terlalu 'gemuk'.

"Sudah saatnya PNS direstrukturisasi. Perbankan telah melakukan. Tiap departemen bisa dipotong 30 persen pegawainya dalam 2 tahun dan bertahap rekrut baru 10 persen yang cumlaude/top class, lakukan 2 tahun sekali, tahun ke-3 lakukan hal yang sama," tulis Susi di akun Twitternya @susipudjiastuti.

Sekadar informasi, Badan Kepegawaian Negara (BKN) merilis data statistik PNS di Indonesia per 31 Desember 2018. Berdasarkan data tersebut, disebutkan jumlah PNS per 31 Desember 2018 adalah 4.185.503 pegawai.

Dari jumlah pegawai tersebut 939.236 PNS bertugas di Instansi Pusat (22,44 persen). Sedangkan sisanya alias 3.246.267 pegawai bertugas di Instansi Daerah (77,56 persen). (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD