AALI
9800
ABBA
292
ABDA
6750
ABMM
1400
ACES
1350
ACST
195
ACST-R
0
ADES
3650
ADHI
830
ADMF
7600
ADMG
194
ADRO
2260
AGAR
362
AGII
1475
AGRO
1485
AGRO-R
0
AGRS
148
AHAP
70
AIMS
404
AIMS-W
0
AISA
173
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1130
AKRA
810
AKSI
740
ALDO
1380
ALKA
358
ALMI
290
ALTO
222
Market Watch
Last updated : 2022/01/17 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
507.30
-0.48%
-2.43
IHSG
6645.05
-0.72%
-48.35
LQ45
948.02
-0.52%
-4.93
HSI
24218.03
-0.68%
-165.29
N225
28333.52
0.74%
+209.24
NYSE
0.00
-100%
-17259.00
Kurs
HKD/IDR 1,836
USD/IDR 14,319
Emas
838,644 / gram

PPKM Level 3 Saat Nataru, Sandiaga Uno Ungkap Persiapan di Sektor Pariwisata

ECONOMICS
Athika Rahma
Senin, 29 November 2021 14:59 WIB
Terkait kebijakan PPKM level 3 saat Nataru, berikut keterangan Menparekraf Sandiaga Uno soal persiapan di sektor pariwisata.
PPKM Level 3 Saat Nataru, Sandiaga Uno Ungkap Persiapan di Sektor Pariwisata (Dok.MNC Media)
PPKM Level 3 Saat Nataru, Sandiaga Uno Ungkap Persiapan di Sektor Pariwisata (Dok.MNC Media)

IDXChannel - Pemerintah akan memberlakukan PPKM level 3 pada masa natal dan tahun baru (nataru) beberapa pekan ke depan. Kebijakan ini diterapkan untuk mencegah lonjakan kasus Covid-19 yang biasanya terjadi pada libur nasional dan keagamaan.

Lantas, bagaimana dampak pemberlakukan PPKM level 3 pada sektor pariwisata?

"Kita harapkan dampaknya tidak terlalu negatif karena kita sudah menyiapkan langkah-langkah mitigasinya," ujar Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahudin Uno dalam Weekly Press Briefing di kantornya, Senin (29/11/2021).

Lanjutnya, sektor pariwisata dan ekonomi kreatif menjadi sektor yang rentan menyebarkan Covid-19. Hal ini karena industri kreatif melibatkan banyak orang yang berkegiatan fisik. Maka dari itu, pemerintah telah menyiapkan beberapa kebijakan agar penularan virus bisa ditekan.

Misalnya, menerbitkan surat edaran kepada kepala daerah serta para ketua asosiasi usaha pariwisata untuk dapat mendukung sosialisasi, penerapan serta melakukan pengawasan dan pengendalian kebijakan aktivitas usaha dan destinasi wisata selama nataru.

Lalu, ruang lingkup usaha penyediaan makanan dan minuman, tempat wisata dan tempat hiburan lain juga diatur kapasitas dan waktu operasionalnya. Sandiaga menekankan, pemerintah sama sekali tidak melarang pembukaan usaha di masa nataru.

"Ini bukan melarang, tetapi membatasi operasional dan aktivitas usaha atau destinasi wisata baik dari aspek waktu operasional, kapasitas pengunjung dan penerapan protokol kesehatan secara ketat pada saat perayaan natal dan tahun baru 2021-2022," tandasnya. 

Oleh karenanya, pemberlakuan PPKM level 3 ini hendaknya disikapi dengan bijak oleh para pelaku ekonomi kreatif. Dirinya mengingatkan, kebijakan ini hanyalah sementara.

"Kita tidak ingin mengulang masalah yang sama dimana libur nasional dan libur hari besar agama selalu menjadi pemicu terjadinya lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia," pungkas Sandiaga. 

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD