Untuk menjaga kinerja neraca perdagangan tetap positif, Sahara menyarankan agar eksportir nasional mulai memaksimalkan pasar nontradisional melalui kerja sama selatan-selatan (south-south trade) Indonesia memiliki potensi ekspor yang kuat ke India, produk halal ke Timur Tengah, serta penetrasi pasar ke wilayah Afrika dan emerging market di Amerika Latin.
Namun, ekspansi ini juga dibayangi oleh ancaman El Nino yang kerap mengganggu ketersediaan komoditas pangan global.
Kata Sahara, kerja sama perdagangan dengan negara berkembang menjadi semakin krusial di tengah ancaman perubahan iklim ekstrem yang menurunkan produktivitas pertanian dunia. Kondisi ini memaksa setiap negara produsen untuk lebih memprioritaskan pasokan pangan dalam negeri mereka dibandingkan melakukan penjualan ke luar.
"Perdagangan antarnegara berkembang seperti ke India yang neracanya positif atau Timur Tengah untuk produk halal sangat potensial, terutama di tengah ancaman El Nino di mana perdagangan pangan dunia bersifat residual market," ujar Sahara.
(Dhera Arizona)