"Kalau kita bicara terkait swasembada pangan, tahun 2024 saja kita mengimpor 12 komoditas utama hingga 34,4 juta ton, jumlah yang bahkan lebih tinggi daripada total produksi beras nasional. Sehingga, ya agak susah kita menyampaikan bahwa kita sudah mencapai swasembada pangan," kata Dwi dalam acara diskusi yang disiarkan YouTube Core Indonesia, yang merespons pidato kenegaraan Presiden Prabowo Subianto di gedung DPR/MPR RI, Jumat (14/8/2026).
Sebelumnya, Prabowo mengatakan, selama 21 bulan memerintah, terdapat 121 kebijakan transformatif yang telah dihasilkan. Salah satunya yakni mendorong swasembada pangan yang tercapai lebih cepat dari perkiraan awal.
Prabowo menyebut, Indonesia saat ini sudah swasembada beras, jagung, cabai besar, cabai rawit, bawang merah, telur ayam, daging ayam, dan gula konsumsi. Ke depan, dia menargetkan dapat mencapai swasembada untuk komoditas bawang putih, kedelai, daging sapi, dan daging kerbau.
"Karena kebijakan-kebijakan dan kerja keras kita, swasembada pangan yang dahulu kita targetkan tercapai dalam empat tahun, ternyata berhasil kita capai dalam waktu satu tahun," katanya.
Keraguan terhadap klaim kemandirian pangan ini juga tertuju pada delapan komoditas yang sering dinyatakan telah swasembada oleh pemerintah. Dwi meluruskan bahwa komoditas seperti bawang merah memang sudah sejak lama mencapai swasembada secara alami.