Dengan langkah tersebut, Prabowo memperkirakan jumlah BUMN nantinya hanya akan tersisa sekitar 200 hingga 250 perusahaan.
Prabowo berharap efisiensi tersebut dapat menghasilkan penghematan hingga Rp100 triliun. Penghematan itu, kata dia, antara lain berasal dari pengurangan biaya overhead dan biaya rutin, termasuk gaji direksi serta komisaris.
“Berarti harapan saya kita bisa menghemat Rp100 triliun dari overhead, dari biaya rutin, gaji direksi, gaji komisaris,” kata Prabowo.
Prabowo menambahkan bahwa penghematan pemerintah tidak hanya dilakukan melalui efisiensi BUMN.
Menurutnya, penghematan di berbagai bidang telah mencapai lebih dari Rp200 triliun per tahun dan bahkan mendekati Rp300 triliun setiap tahun.