Dalam operasinya, PEB menggunakan Jack Up Rig ENSCO – 106. Untuk meningkatkan efisiensi waktu dan biaya, kedua sumur akan dibor secara batch, karena kegiatan pengeboran kedua sumur tersebut menggunakan slot sumur yang berdekatan di dalam satu caisson di MPA.
Dengan melakukan reaktivasi platform MPA yang mengaktifkan sumur lama seperti CM-6, serta pengeboran sumur pengembangan CW-1 dan CW-2, diharapkan estimasi volume produksi dari Lapangan Camar dapat mencapai 2.200 BOPD, dengan tambahan cadangan sebesar 1,6 MMstb.
Pieters berharap produksi dari lapangan ini dapat berkontribusi terhadap ketahanan energi nasional dalam jangka panjang. Pasalnya, strategi PEB dengan melakukan kegiatan pengeboran dan Kerja ulang sumur akan menambah masa produksi di WK Bawean sehingga diharapkan dapat memperpanjang umur lapangan dan memperluas portofolio dengan demikian dapat melanjutkan kegiatan eksplorasi di area Tuban.
Lebih lanjut Pieters menegaskan PEB akan terus berupaya meningkatkan produksi Lapangan Camar. Ia juga mengucapkan terima kasih kepada SKK Migas atas dukungan yang konsisten, dan kolaborasi yang kuat dengan KKKS lain seperti BP dan PHE OSES serta seluruh service company.
"Harapannya kegiatan pengeboran ini dapat berjalan dengan lancar, efektif, efisien, dan tetap mengutamakan keselamatan kerja dan perlindungan lingkungan," tutur Pieters.
(Febrina Ratna)