sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Produk Turunan Sawit Jadi Andalan UMKM untuk Naik Kelas

Economics editor Rahmat Fiansyah
27/10/2026 05:15 WIB
Pelaku UMKM memiliki peluang mengembangkan produk ekonomi kreatif bernilai tambah tinggi berbahan dasar minyak sawit dan turunannya.
Pelaku UMKM memiliki peluang mengembangkan produk ekonomi kreatif bernilai tambah tinggi berbahan dasar minyak sawit dan turunannya. (Foto: Ist)
Pelaku UMKM memiliki peluang mengembangkan produk ekonomi kreatif bernilai tambah tinggi berbahan dasar minyak sawit dan turunannya. (Foto: Ist)

Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah mengatakan kelapa sawit menjadi salah satu penopang ekonomi Indonesia. Komoditas ini berkontribusi sekitar 9 persen terhadap total ekspor nonmigas nasional, sekaligus berperan dalam hilirisasi energi dan penyerapan jutaan tenaga kerja. Menurut dia, jurnalis memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi mengenai kontribusi sawit dan peluang pemanfaatannya oleh pelaku UMKM.

Pemimpin Redaksi Majalah Sawit Indonesia, Qayuum Amri menjelaskan, potensi kelapa sawit tidak terbatas pada produk utama, tetapi juga mencakup sekitar 200 produk turunan untuk kebutuhan pangan dan nonpangan. Produk tersebut antara lain minyak goreng, margarin, krimer, dan pengganti lemak kakao atau cocoa butter substitute yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku industri maupun UMKM.

Qayuum menilai kolaborasi media dan pelaku UMKM dapat memperluas pemasaran produk sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai manfaat kelapa sawit. “Harapan kami, kita bisa saling mendukung dan tumbuh bersama, baik pelaku UMKM maupun teman-teman media, agar Kota Malang semakin dikenal masyarakat dan dunia,” ujarnya.

Ketua Umum Asosiasi Produsen Oleochemical Indonesia (APOLIN) Markus Susanto mengatakan, sejumlah produk UMKM memanfaatkan bahan oleokimia turunan sawit, seperti asam lemak (fatty acid), soap noodle, dan gliserin. Bahan tersebut digunakan dalam berbagai produk sehari-hari, mulai dari sabun, kosmetik, sampo, dan deterjen hingga produk perawatan tubuh.

“Saat ini, produk oleokimia hampir 70 persen memenuhi pangsa pasar ekspor dan 30 persen dipakai untuk kebutuhan dalam negeri. Kontribusinya bagi devisa ekspor mencapai 5 miliar sampai 6 miliar dolar AS per tahun,” kata Markus.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement