Arab Saudi biasanya mengirimkan sebagian besar minyak mentahnya melalui Selat Hormuz. Namun, jalur maritim vital itu lumpuh sejak Amerika Serikat (AS) dan Israel memulai perang terhadap Iran pada Februari.
Sebagai balasan atas agresi AS-Israel, Iran menyerang kapal-kapal di jalur maritim strategis tersebut.
Sejak saat itu, Arab Saudi mengalihkan sebagian besar minyak mentahnya melalui Pipa Timur-Barat ke pelabuhan Yanbu di Laut Merah untuk menghindari gangguan di Selat Hormuz.
Namun, pada Juli, kelompok Houthi di Yaman yang pro-Iran menyatakan blokade maritim terhadap Arab Saudi di Selat Bab el-Mandeb yang menghubungkan Laut Merah ke Teluk Aden.
Blokade tersebut semakin membatasi pilihan kerajaan untuk mengekspor minyak mentahnya.