sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Produktivitas Kentang Kerinci Tembus 18 Ton per Hektare, Kementan Perluas Akses Pasar dan Hilirisas

Economics editor Kunthi Fahmar Sandy
02/02/2026 16:32 WIB
Produktivitas kentang di Kabupaten Kerinci pada 2025 tercatat meningkat 8,76 persen, mendorong kenaikan produksi dan pasokan ke pasar.
Produktivitas Kentang Kerinci Tembus 18 Ton per Hektare, Kementan Perluas Akses Pasar dan Hilirisasi (FOTO:Dok Kementan)
Produktivitas Kentang Kerinci Tembus 18 Ton per Hektare, Kementan Perluas Akses Pasar dan Hilirisasi (FOTO:Dok Kementan)

“Kita bersyukur produktivitas hasil panen saat ini bagus. Kami di Pemda Kerinci sesuai arahan Bapak Bupati terus mengupayakan perluasan akses pasar antar daerah untuk menjaga harga petani tetap menguntungkan. Kami juga terus berkolaborasi dengan pemerintah pusat dan para pelaku usaha kentang nasional terkait pengembangan kawasan kentang Kerinci,” kata Halis dikutip keterangan tertulis Senin (2/2/2026).

Selain perluasan akses pasar, Halis menambahkan bahwa Dinas Pertanian Kabupaten Kerinci bersama Kementerian Pertanian juga tengah mengembangkan planlet kentang di Balai Benih Induk Kentang Kayu Aro sebagai penguatan hulu produksi.

“Nantinya di tempat tersebut akan menghasilkan benih kentang kelas G-nol dan akan kita bagikan ke petani penangkar. Ini sesuai dengan visi misi dan program unggulan Bupati Kerinci,” tutur dia.

Sementara itu, Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian Muhammad Agung Sunusi menjelaskan bahwa produksi kentang nasional, khususnya kentang sayur jenis granola, berada dalam kondisi sangat mencukupi.

“Catatan statistik sementara hingga saat ini menunjukkan produksi kentang nasional kumulatif sepanjang tahun 2025 mencapai 1.235.939 ton dengan luas panen 67.758 hektare. Sentranya terbentang dari Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, NTB, Sulawesi Selatan hingga Sulawesi Utara. Sebagian besar didominasi jenis kentang sayur atau populer dengan varietas granola. Untuk jenis ini, produksi kita sudah sangat mencukupi kebutuhan,” kata Agung.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement