AALI
12925
ABBA
197
ABDA
0
ABMM
3280
ACES
1010
ACST
163
ACST-R
0
ADES
4830
ADHI
670
ADMF
8050
ADMG
187
ADRO
3310
AGAR
354
AGII
1975
AGRO
960
AGRO-R
0
AGRS
127
AHAP
61
AIMS
244
AIMS-W
0
AISA
160
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
930
AKRA
1025
AKSI
232
ALDO
925
ALKA
298
ALMI
280
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/05/20 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
542.40
0.61%
+3.27
IHSG
6918.14
1.39%
+94.81
LQ45
1015.18
0.69%
+6.97
HSI
20717.24
2.97%
+596.56
N225
26739.03
1.27%
+336.19
NYSE
0.00
-100%
-15044.52
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,664
Emas
870,562 / gram

Produsen Tempe Minta Bantuan Elpiji Subsidi

ECONOMICS
Advenia Elisabeth/MPI
Selasa, 11 Januari 2022 16:25 WIB
Gakoptindo berharap mendapatkan bantuan elpiji subsidi, pasalnya saat ini produsen tempe sedang menjerit tingginya bahan baku.
Produsen Tempe Minta Bantuan Elpiji Subsidi (FOTO: Dok MNC Media)
Produsen Tempe Minta Bantuan Elpiji Subsidi (FOTO: Dok MNC Media)

IDXChannel - Produsen tempe yang tergabung dalam Gabungan Koperasi Produsen Tahu Tempe Indonesia (Gakoptindo) berharap mendapatkan bantuan elpiji subsidi, pasalnya saat ini produsen tempe sedang menjerit tingginya bahan baku.

Ketua Umum Gabungan Koperasi Produsen Tahu Tempe Indonesia (Gakoptindo) Aip Syaifuddin mengungkapkan, hal yang membuat para produsen menjerit bukan hanya bahan baku saja. Melainkan bahan bakar yang dinilai masih mahal. 

Dia mengklaim, saat sebelum pandemi tepatnya awal tahun 2020 lalu, ia sudah menghadap Presiden Joko Widodo untuk menyampaikan keluhan para perajin terkait gas elpiji. Sebab, harga gas epliji 3 kg yang dijual di pasaran memberatkan para perajin. 

Lanjut kata Aip, saat itu Preside sudah setuju dan sudah memerintahkan jajarannya. Namun kenyataannya, permintaan Gakoptindo tidak dieksekusi, alias nol.

"Waktu sebelum pandemi, kami menghadap presiden Jokowi, kami minta tolong kami dibantu untuk bisa membeli gas elpiji 3 kg langsung dari pertamina. Nah waktu itu presiden setuju. Sudah memerintahkan jajarannya juga. Tapi faktanya nol," ungkap Aip saat dihubungi, Selasa (11/1/2022). 

Menurut Aip, harga eceran yang selama ini dibeli oleh perajin yakni dikisaran Rp 20.000/kg masih mahal. Maka dari itu, ia berharap Pemerintah bisa memberikan harga yang lebih murah kepada perajin tahu tempe agar tidak memberatkan produksi.

"Padahal kita tahu harga gas epligi dari Pertamina cuma Rp 14.000 atau Rp 15.000-an waktu itu. Tp kami belinya Rp 20.000 lebih. Perbedaan harga walau Rp 5.000 ini besar buat kami," ungkapnya. 

"Jadi itu kira-kira keluhan kami. Makanya kami minta tolong, menteri BUMN berilah kami gas elpiji," pungkasnya. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD