Bahlil mengatakan konsep pengembangan PLTS ini terbagi menjadi beberapa model. Pertama PLTS ground mounted, atau pembangunan skala besar di lahan terbuka. Kedua, PLTS atap dengan memanfaatkan atap bangunan dan fasilitas dipasangkan panel surya. Ketiga, PLTS terapung atau memanfaatkan waduk, danau, maupun badan air untuk pasangi panel surya.
Baca Juga:
"Kalau ini semua kita mampu implementasikan semuanya, penurunan emisi sebesar 140 juta ton CO2 per tahun, dengan nilai ekonomi karbon sebesar Rp6,31 triliun," tutur Bahlil. (Wahyu Dwi Anggoro)