Jatmiko menjelaskan bahwa kenaikan laba bersih tidak semata didorong oleh harga jual rata-rata CPO yang naik 10,4 persen menjadi Rp14.223 per kilogram, melainkan juga berkat efisiensi biaya yang terencana. Manajemen kini tengah fokus melakukan evaluasi pada aspek operasional dan penguatan manajemen risiko guna mengejar target pertumbuhan yang lebih tinggi.
"Kami menaruh perhatian penuh pada arahan pemegang saham dan akan terus melakukan identifikasi serta perbaikan, sehingga kinerja operasional maupun realisasi investasi ke depannya dapat berjalan lebih maksimal, dan ke depannya dividen yang diberikan dapat lebih optimal," kata Jatmiko.
(Rahmat Fiansyah)