AALI
9500
ABBA
274
ABDA
0
ABMM
2420
ACES
705
ACST
167
ACST-R
0
ADES
6200
ADHI
765
ADMF
8175
ADMG
174
ADRO
3080
AGAR
316
AGII
2310
AGRO
850
AGRO-R
0
AGRS
124
AHAP
84
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
146
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1615
AKRA
1180
AKSI
272
ALDO
770
ALKA
296
ALMI
298
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/08 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
536.01
-0.11%
-0.58
IHSG
7086.85
0.03%
+2.19
LQ45
1007.14
-0.07%
-0.66
HSI
20045.77
-0.77%
-156.17
N225
28249.24
0.26%
+73.37
NYSE
15273.23
0.32%
+49.03
Kurs
HKD/IDR 675
USD/IDR 14,929
Emas
853,771 / gram

Pulihkan Ekonomi, Sandiaga Uno Dorong Percepatan Digitalisasi SDM Parekraf

ECONOMICS
Winda Destiana
Jum'at, 16 Juli 2021 13:57 WIB
Sandiaga Uno mengatakan dirinya terus mendorong akselerasi penggunaan moda digital atau digitalisasi bagi SDM Parekraf.
Pulihkan Ekonomi, Sandiaga Uno Dorong Percepatan Digitalisasi SDM Parekraf
Pulihkan Ekonomi, Sandiaga Uno Dorong Percepatan Digitalisasi SDM Parekraf

IDXChannel - Beragam cara dilakukan guna membangkitkan perekonomian Indonesia yang porak-poranda akibat pandemi Covid-19. Salah satunya dengan mempercepat digitalisasi Sumber Daya Manusia (SDM) di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (Parekraf).

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan dirinya terus mendorong akselerasi penggunaan moda digital atau digitalisasi bagi SDM Parekraf sebagai upaya pemulihan ekonomi di masa pandemi. 

Dia juga menjelaskan pandemi memberikan tantangan berupa disrupsi digital yang terjadi pada setiap lini, serta memunculkan berbagai peluang hingga hilangnya berbagai mata pencaharian pada sektor parekraf. 

“Ini yang menjadi bagian dari tantangan akselerasi kita di era digitalisasi yang berpengaruh bukan hanya pada sektor pariwisata namun juga seluruh sektor secara luas di sektor ekraf. Untuk itu diperlukan pelatihan bersinggungan dengan digitalisasi, misalnya teknik pembuatan konten dan pemasaran berbasis online,” katanya dalam Pra-Rakornas Kemenparekraf secara virtual, Kamis (15/7/2021).

Dalam rangka beradaptasi di tengah pandemi ini, Menparekraf Sandiaga juga menjelaskan bahwa saat ini Kemenparekraf tidak lagi mengejar angka kunjungan wisatawan, namun fokus mendorong pariwisata berkelanjutan (sustainable tourism) atau pariwisata yang lebih berkualitas. 

Saat ini pariwisata berbasis alam dan budaya menjadi daya tarik sendiri di tengah pandemi. Sektor pariwisata menjadi sektor yang sangat strategis terbukti pada 2020, sumbangsih sektor pariwisata untuk PDB tanah air mencapai 4,1 persen. 

“Kita pertahankan angka ini, justru ingin kita tingkatkan dengan kualitas based tourism dan sustainable tourism diharapkan bisa memberikan kontribusi PDB mencapai 5-6 persen dalam beberapa tahun kedepan. Ditambah sektor ekonomi kreatif yang ditargetkan memberikan sumbangan PDB sebesar 11-12 persen kita memberikan kontribusi yang besar ditahun-tahun mendatang,” katanya.

Kemenparekraf juga melakukan langkah transformatif di bidang SDM, karena membangun infrastruktur tidak lengkap tanpa membangun SDM-nya. Menparekraf Sandiaga juga yakin Kemenparekraf akan menghadirkan kebijakan yang berkeadilan kepada masyarakat dengan cara-cara baru, dengan mendorong peningkatan pengembangan SDM, sektor ini akan berpotensi membuka lapangan kerja yang baru dan berkualitas.

“Kami melihat fasilitas sertifikasi kompetensi bagi 16.300 SDM parekraf ini sebagai pengakuan kompetensi yang dimiliki dan kita bisa meningkatkan daya saing sesuai dengan SKKN. Untuk mewujudkan ini semua tentunya bukan sekadar fisik saja yang harus dibangun, tetapi juga manusianya. Oleh karena itu program pelatihan dan pendampingan telah disiapkan untuk mencetak SDM yang berkualitas, yang mampu memanfaatkan peluang usaha dan membuka lapangan kerja seluas-luasnya,” katanya.

Sementara itu, Deputi Bidang Sumber Daya dan Kelembagaan Kemenparekraf Wisnu Bawa Tarunajaya menambahkan, nantinya output yang akan dicapai adalah model pelatihan dan sertifikasi kompetensi SDM Parekraf, model pendampingan SDM Parekraf di Desa Wisata dan pengembangan SDM Parekraf mandiri melalui wirausaha, dan model penguatan hubungan antar lembaga dalam rangka peningkatan kolaborasi dan sinergitas program lintas kelembagaan antar K/L.

“Serta outcome yang diharapkan adalah pertumbuhan ekonomi di destinasi pariwisata melalui kapasitas SDM Parekraf dan Hubungan antar Kelembagaan,” ujarnya. (NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD