Pemerintah optimistis APBN mampu terus menjadi shock absorber perekonomian hingga akhir tahun 2026, sekaligus menjadi fondasi kuat dalam merancang RAPBN 2027 yang menargetkan akselerasi ketahanan pangan, hilirisasi, dan penguatan sumber daya manusia.
Untuk mengoptimalkan pendapatan negara pada tahun depan, Purbaya mengonfirmasi bahwa pemerintah bakal mengandalkan strategi ekstensifikasi dan intensifikasi perpajakan, alih-alih menaikkan tarif pajak.
“Diversifikasi (pembiayaan) akan kita lakukan, kita akan diversifikasi untuk menjaga resourcing pembiayaan surat utang kita. Kita masih bisa jaga stabilitas, saya bisa jaga stabilitas surat utang lebih baik, artinya stabilitas ekonomi juga lebih baik,” katanya.
Purbaya menyampaikan bahwa penetapan target defisit pada RAPBN 2027 dirancang untuk memelihara kesehatan dan kelangsungan anggaran negara. Batas defisit yang terukur bakal memberikan ruang fiskal memadai bagi pendanaan program strategis, sekaligus menjaga kepercayaan investor agar rasio utang nasional tetap terkendali.
Langkah pendalaman pembiayaan juga ditempuh guna mengamankan kebutuhan pembiayaan pasar perdana surat utang negara. Melalui penguatan kolaborasi bersama analis dan pemangku kepentingan pasar keuangan, Kemenkeu berupaya memastikan seluruh risiko makroekonomi dapat dimitigasi sejak tahap perencanaan anggaran.
(Rahmat Fiansyah)